Belajar Menjaga Sungai Sejak Dini, Mahasiswa UBSI Edukasi Bahaya Ikan Sapu-Sapu

0 11

BSINews, Jakarta – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SDN Tanjung Priok 01 Pagi, Jakarta Utara, pada Selasa (2/6). Kegiatan yang diikuti 32 siswa kelas 5 ini mengangkat tema edukasi lingkungan dengan mengenalkan bahaya ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys spp.) sebagai spesies invasif yang mengancam ekosistem sungai di Indonesia.

UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus mendorong mahasiswanya untuk berkontribusi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa mengajak siswa memahami pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan menumbuhkan rasa cinta tanah air melalui kepedulian terhadap ekosistem sungai.

Kenalkan Spesies Invasif kepada Siswa SD untuk Tumbuhkan Kepedulian Lingkungan

Ketua pelaksana kegiatan, Fauzan Nur Fadhilah, menjelaskan bahwa edukasi lingkungan perlu diberikan sejak usia dini agar anak-anak memiliki kesadaran untuk menjaga alam di sekitarnya. “Kami ingin siswa memahami bahwa menjaga sungai dan lingkungan merupakan salah satu bentuk nyata rasa cinta terhadap Indonesia. Dengan mengenal bahaya spesies invasif seperti ikan sapu-sapu, mereka dapat lebih peduli terhadap kelestarian ekosistem,” ujarnya dalam keterangan rilis Selasa (2/6).

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, sesi tanya jawab, serta pembagian poster edukatif bergambar. Tim mahasiswa juga membawa media visual dan spesimen ikan sapu-sapu untuk memberikan gambaran yang lebih nyata kepada peserta mengenai dampak keberadaan spesies invasif tersebut terhadap lingkungan.

Baca juga: Tanamkan Nasionalisme, Mahasiswa UBSI Gelar Edukasi Cinta Tanah Air di MTs Nasyatul Khair

Sementara itu, salah satu guru SDN Tanjung Priok 01 Pagi mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa UBSI. “Materi yang diberikan sangat menarik dan mudah dipahami oleh siswa. Kami berharap kegiatan edukasi seperti ini dapat terus dilakukan karena mampu menambah wawasan anak-anak sekaligus menumbuhkan kepedulian mereka terhadap lingkungan sejak dini,” ungkapnya.

Ikan sapu-sapu dikenal sebagai spesies invasif yang berkembang pesat di sejumlah sungai Indonesia. Kemampuannya bertahan pada kondisi perairan yang tercemar membuat populasi ikan ini meningkat dan berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem, mengurangi populasi ikan lokal, serta mempercepat kerusakan tebing sungai.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim mahasiswa Ilmu Komunikasi yang terdiri dari Fauzan Nur Fadhilah, Chitami Al Misky, Thoriq Muhammad Daffa, Ezra Salakay, dan Shaka Agung. Melalui program ini, mahasiswa berharap dapat meningkatkan kesadaran lingkungan generasi muda sekaligus mendorong lahirnya kebiasaan positif dalam menjaga kebersihan dan kelestarian sungai sebagai bagian dari kekayaan alam Indonesia.(Niken)

Leave A Reply

Your email address will not be published.