Bukan Sekadar Menulis, Staf Museum Dilatih Jadi Penyampai Informasi Profesional

0 18

BSINews, BogorUniversitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif berkontribusi dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang diselenggarakan di Museum Tanah dan Pertanian pada Sabtu (25/4). Kegiatan ini mengusung pelatihan teknik penulisan press release bagi staf museum sebagai upaya meningkatkan kapasitas komunikasi publik di lingkungan lembaga edukasi.

Pelatihan ini bertujuan membekali peserta dengan pemahaman komprehensif mengenai prinsip penulisan press release yang efektif, sistematis, serta sesuai dengan standar jurnalistik media nasional. Keterampilan ini dinilai penting dalam mendukung penyebarluasan informasi yang akurat, kredibel, dan memiliki nilai berita kepada masyarakat luas.

Pelatihan Press Release Dorong Penguatan Komunikasi Publik di Museum

Kegiatan ini menghadirkan tim narasumber dari akademisi bidang ilmu komunikasi, yaitu Venessa Agusta, Christoper Yudha Erlangga, Eddy Kusnadi, serta Yudha Febri Al Paksi. Selain itu, kegiatan juga melibatkan mahasiswa sebagai bentuk pembelajaran kolaboratif antara dosen dan mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat.

Dalam pemaparannya, Venessa Agusta menegaskan pentingnya kemampuan menulis press release bagi institusi publik.

“Press release harus disusun dengan struktur yang jelas dan memiliki nilai berita agar dapat menarik perhatian media,” ujarnya dalam keterangan rilis Sabtu (25/4).

Baca juga: Dari Nongkrong Jadi Produktif, Remaja Green De Jalen Asah Skill Desain Digital

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan konsep dasar komunikasi publik serta urgensi pengelolaan informasi di era digital. Peserta kemudian mendapatkan pelatihan intensif mengenai teknik penulisan, mulai dari struktur berita, penentuan news value, hingga penyusunan judul yang menarik serta strategi distribusi ke media massa.

Sebagai bagian dari pendekatan praktis, peserta juga mengikuti sesi jelajah museum untuk mengidentifikasi potensi konten yang dapat dikembangkan menjadi bahan publikasi. Kegiatan ini membantu peserta dalam memahami cara menggali nilai informasi dari setiap aktivitas dan koleksi museum.

Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme tinggi melalui partisipasi aktif dalam sesi pelatihan maupun diskusi. Hal ini mencerminkan kebutuhan nyata terhadap peningkatan kompetensi komunikasi di lingkungan institusi publik.

Di akhir kegiatan, Christoper Yudha Erlangga menyampaikan harapannya agar pelatihan ini dapat memberikan dampak berkelanjutan.

“Kami berharap keterampilan yang diperoleh dapat terus diterapkan sehingga museum mampu menyampaikan informasi yang lebih menarik, informatif, dan menjangkau masyarakat lebih luas,” ungkapnya. (Niken)

Leave A Reply

Your email address will not be published.