Cegah Remaja Terjerat Pinjol, Dosen UBSI Bekali Pelajar Muhammadiyah Kayu Manis Tengah Literasi Keuangan
BSINEWS, Jakarta – Kemudahan mengakses pinjaman online (pinjol) melalui ponsel membuat masyarakat perlu semakin cermat dalam mengambil keputusan keuangan, termasuk kalangan remaja. Tanpa pemahaman yang memadai, kemudahan tersebut berisiko mendorong kebiasaan finansial yang kurang sehat.
Demi meningkatkan kesadaran tersebut, dosen Program Studi (Prodi) Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk Edukasi Manajemen Keuangan Pribadi dan Pencegahan Bahaya Pinjaman Online pada Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kayu Manis Tengah, Sabtu (10/10).
Baca juga: Forum Literasi Digital Angkat Isu Judol dan Pinjol Bersama Mahasiswa UBSI Kampus Pontianak
Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman pelajar mengenai cara mengelola uang secara bijak sekaligus mengenali risiko penggunaan pinjol yang tidak tepat. Melalui edukasi tersebut, peserta diharapkan mampu membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak usia muda dan lebih berhati-hati sebelum mengambil keputusan yang dapat berdampak pada kondisi keuangan mereka.
Cegah Remaja Terjerat Pinjol
Ketua pelaksana PkM UBSI, Dedy Syahyuni, menjelaskan bahwa edukasi keuangan perlu diberikan sejak remaja agar mereka memiliki bekal dalam mengatur pengeluaran dan memahami konsekuensi dari keputusan finansial.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan edukasi mengenai manajemen keuangan pribadi sekaligus meningkatkan pemahaman pelajar tentang bahaya pinjol. Harapannya, mereka dapat membangun kebiasaan mengelola keuangan secara bijak, lebih mandiri dalam mengambil keputusan, dan terhindar dari risiko pinjol yang dapat menimbulkan masalah di kemudian hari,” ujar Dedy pada Sabtu (10/10).
Dalam kegiatan tersebut, Imelda Sari, dosen Prodi Manajemen UBSI, menyampaikan materi mengenai dasar-dasar pengelolaan keuangan pribadi. Pembahasan mencakup penyusunan anggaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, membangun kebiasaan menabung, serta menggunakan uang secara bertanggung jawab.
Pemahaman tersebut menjadi fondasi penting bagi remaja untuk mengenali prioritas pengeluaran. Dengan membiasakan diri mencatat pemasukan dan pengeluaran, misalnya, mereka dapat mengetahui ke mana uang digunakan dan mempertimbangkan kembali pengeluaran yang sebenarnya tidak mendesak.
Selain membahas pengelolaan keuangan, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai risiko pinjol. Kemudahan pengajuan pinjaman tidak selalu berarti layanan tersebut aman atau sesuai dengan kemampuan peminjam. Karena itu, penting bagi remaja untuk memahami legalitas penyedia layanan, membaca ketentuan pinjaman, serta mempertimbangkan kemampuan membayar sebelum mengambil keputusan.
Diskusi menjadi salah satu bagian menarik dalam kegiatan tersebut. M. Firdaus Hakim, salah satu peserta, mengajukan pertanyaan mengenai cara membedakan layanan pinjol legal dan ilegal serta langkah yang dapat ditempuh ketika seseorang terjerat pinjol ilegal.
Pertanyaan tersebut menunjukkan pentingnya edukasi yang tidak berhenti pada pengenalan risiko, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai langkah perlindungan diri. Masyarakat dapat memeriksa status legalitas penyelenggara melalui kanal resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Apabila menghadapi penagihan atau praktik pinjol ilegal, masyarakat juga perlu menyimpan bukti komunikasi dan transaksi serta melaporkan dugaan pelanggaran melalui saluran pengaduan resmi yang sesuai.
Baca juga: Mahasiswa UBSI Kampus Pontianak Raih Juara 2 pada Invitasi Judo Pontianak 2025
Melalui kegiatan ini, Prodi Manajemen UBSI menegaskan kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat, khususnya generasi muda. Edukasi tersebut diharapkan tidak hanya menambah pengetahuan peserta, tetapi juga mendorong perubahan kebiasaan dalam mengelola uang dan menghadapi tawaran pinjol secara lebih kritis.