Digital Empowerment Koperasi Wanita Atsiri, Dosen UBSI Dorong Kemandirian Ekonomi Perempuan
BSINews, Bogor — Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif terus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk Digital Empowerment Koperasi Wanita Atsiri yang dilaksanakan pada Sabtu (3/10) di Bogor.
Digital Empowerment Koperasi Wanita Atsiri, Dosen UBSI Dorong Kemandirian Ekonomi Perempuan
Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas digital anggota Koperasi Wanita Atsiri agar mampu mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan. Program tersebut menjadi respons terhadap tantangan yang dihadapi koperasi perempuan, mulai dari keterbatasan literasi digital hingga pemanfaatan teknologi untuk pemasaran dan pengelolaan usaha.
Koperasi Wanita Atsiri memiliki potensi sebagai wadah pemberdayaan ekonomi perempuan sekaligus ruang bagi anggotanya untuk mengembangkan usaha. Namun, perubahan perilaku konsumen dan perkembangan ekonomi digital menuntut anggota koperasi untuk semakin adaptif dalam memanfaatkan teknologi.
Melalui program digital empowerment, peserta mendapatkan edukasi, pelatihan, dan praktik pemanfaatan teknologi digital. Fokus kegiatan diarahkan pada peningkatan literasi digital dan optimalisasi media sosial sebagai sarana promosi, komunikasi bisnis, serta perluasan jangkauan konsumen.
Dalam arahannya, Sifa Fauziah menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi perlu diarahkan untuk mendukung pengembangan usaha dan kemandirian ekonomi perempuan.
“Digitalisasi bukan hanya tentang penggunaan teknologi, tetapi bagaimana teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kapasitas perempuan dalam mengembangkan usaha dan menciptakan pendapatan yang sehat serta berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima di Bogor Rabu (7/10).
Baca Juga : Riset UBSI Tak Berhenti di Kampus, Teknologi Pertanian Diuji dari Kebutuhan Garut
Melalui pelatihan tersebut, anggota koperasi didorong untuk mempraktikkan penggunaan media sosial dalam memperkenalkan produk, membangun komunikasi dengan konsumen, dan membuka peluang pasar baru. Dengan strategi pemasaran digital yang tepat, usaha anggota koperasi diharapkan dapat menjangkau konsumen lebih luas dan tidak hanya bergantung pada pemasaran konvensional.
Ketua Koperasi Wanita Atsiri, Ida Mursidah, berharap kegiatan ini dapat membantu anggota koperasi memahami dan memanfaatkan teknologi digital secara optimal. Ia juga berharap peserta mampu mengembangkan strategi pemasaran melalui media sosial sehingga produk yang ditawarkan semakin dikenal dan memiliki peluang menjangkau pasar yang lebih luas.
Selain memberikan manfaat langsung bagi anggota koperasi, kegiatan PkM ini juga menghasilkan luaran berupa publikasi media massa dan artikel pada jurnal pengabdian kepada masyarakat atau jurnal Abdimas. Luaran tersebut diharapkan dapat mendokumentasikan sekaligus menyebarluaskan praktik baik pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pemanfaatan teknologi digital.
Baca Juga : Kentang Garut Tak Lagi Sekadar Komoditas, Riset UBSI Bawa Teknologi ke Lahan Petani
Melalui program ini, UBSI berharap peningkatan keterampilan digital dapat menjadi langkah awal dalam membangun strategi pengembangan usaha jangka panjang. Dengan demikian, anggota Koperasi Wanita Atsiri diharapkan semakin mandiri, mampu meningkatkan daya saing usaha, memperluas akses pasar, dan menciptakan sumber pendapatan yang sehat serta berkelanjutan di era ekonomi digital. (Safika)