Perkuat Strategi Global, KUI UBSI Ikuti Pelatihan Internasionalisasi Institusi di ITS Surabaya
BSINews, Surabaya — Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif terus memperkuat langkah strategis dalam meningkatkan daya saing perguruan tinggi di tingkat global. Melalui Kantor Urusan Internasional (KUI), UBSI mengikuti Pelatihan Internasionalisasi Institusi (PII) Tahun 2026 yang diselenggarakan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Jawa Timur, pada 7–9 Oktober 2026.
Perkuat Strategi Global, KUI UBSI Ikuti Pelatihan Internasionalisasi Institusi di ITS Surabaya
Pelatihan tersebut menjadi momentum bagi perguruan tinggi untuk memperdalam pemahaman mengenai strategi, kebijakan, dan implementasi internasionalisasi institusi dalam menghadapi dinamika pendidikan tinggi global. Keikutsertaan KUI UBSI diharapkan dapat memperkaya wawasan dan kompetensi dalam mengembangkan program internasional yang lebih terarah, berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi sivitas akademika.
Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) UBSI, Jimmi, menyampaikan bahwa internasionalisasi tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kerja sama dengan institusi luar negeri, tetapi juga harus menjadi strategi untuk meningkatkan kualitas dan daya saing perguruan tinggi.
“Internasionalisasi institusi harus diarahkan pada program yang memberikan dampak nyata, baik bagi mahasiswa, dosen, maupun pengembangan institusi. Karena itu, KUI perlu terus memperkuat strategi, jejaring, dan kualitas implementasi kerja sama internasional agar dapat mendukung visi UBSI dalam meningkatkan daya saing di tingkat global,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima di Surabaya Rabu (7/10).
Baca Juga : Seluruh Program Kerja Sesuai Standar, KUI UBSI Perkuat Tata Kelola Internasional
Lebih lanjut, pelatihan ini diharapkan dapat membantu KUI UBSI mengidentifikasi peluang dan strategi baru dalam pengembangan kerja sama internasional. Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi mobilitas mahasiswa dan dosen, kolaborasi akademik, riset internasional, serta pengabdian kepada masyarakat berskala global.
Berlangsung selama tiga hari, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi peserta dari berbagai perguruan tinggi untuk berdiskusi, bertukar pengalaman, dan berbagi praktik baik (best practices) dalam mengembangkan internasionalisasi institusi. Pertukaran wawasan tersebut diharapkan dapat memperluas perspektif peserta dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif dan berkelanjutan.
Melalui keikutsertaan dalam Pelatihan Internasionalisasi Institusi Tahun 2026, KUI UBSI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan program internasional dan memperluas jejaring pendidikan tinggi di tingkat global. Langkah ini diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang kolaborasi serta mendukung peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan UBSI. (Safika)