Dosen UBSI Ajak Siswa MI Darul Hikmah Lestarikan Budaya Betawi melalui Scratch

0 3

BSINews, Jakarta – Tim dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Digitalisasi Budaya Betawi: Pengembangan Keterampilan Storytelling Siswa Berbasis Scratch” di MI Darul Hikmah, Minggu (11/10). Kegiatan ini bertujuan mengenalkan budaya Betawi sekaligus meningkatkan keterampilan bercerita dan literasi digital siswa.

Dosen UBSI Ajak Siswa MI Darul Hikmah Lestarikan Budaya Betawi melalui Scratch

Tim pelaksana dipimpin Miwan Kurniawan Hidayat bersama Evy Priyanti, Rachmat Adi Purnama, dan Teni Agustina. Dalam kegiatan ini, siswa diajak mengenal cerita rakyat dan nilai budaya Betawi melalui pendekatan storytelling yang kreatif.

Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI memperkenalkan Scratch, platform pemrograman visual berbasis blok yang dapat digunakan untuk membuat cerita interaktif dan animasi sederhana. Siswa belajar menyusun alur cerita, membuat tokoh dan dialog, serta memadukan gambar, suara, dan animasi menjadi karya digital.

Ketua tim pengabdian kepada masyarakat, Miwan Kurniawan Hidayat, menyampaikan bahwa penggunaan teknologi digital dapat menjadi cara kreatif untuk mengenalkan budaya lokal kepada siswa.

“Melalui storytelling berbasis Scratch, kami ingin mendorong siswa agar tidak hanya mengenal budaya Betawi, tetapi juga mampu mengemasnya menjadi cerita digital yang kreatif dan menarik. Dengan begitu, teknologi dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar sekaligus upaya melestarikan budaya lokal,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima di Jakarta Senin (12/10).

Baca Juga : Poster Digital Berbasis AI Jadi Cara Baru Kenalkan Budaya Betawi ke Generasi Muda

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mengenal budaya lokal, tetapi juga berlatih mengembangkan kreativitas, kemampuan komunikasi, pemecahan masalah, dan keterampilan digital.

UBSI berharap pembelajaran berbasis Scratch dapat menjadi cara menarik untuk memperkenalkan budaya Betawi kepada generasi muda sekaligus mendorong siswa berperan aktif dalam melestarikan warisan budaya melalui teknologi. (Safika)

Leave A Reply

Your email address will not be published.