Dosen UBSI Berdayakan Pemuda Pancoran Lewat Pelatihan Desain Grafis dan Teknologi Digital
BSINews, Jakarta – Keterampilan desain grafis dan pemanfaatan teknologi digital membuka peluang bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menciptakan nilai ekonomi. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), tim dosen dan mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif menggelar pelatihan bertajuk Pemberdayaan Pemuda Melalui Peningkatan Kompetensi Desain Grafis dan Pemanfaatan Teknologi Digital untuk Mendukung Ekonomi Kreatif di Aula Kelurahan Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (25/10).
Dosen UBSI Berdayakan Pemuda Pancoran Lewat Pelatihan Desain Grafis dan Teknologi Digital
Kegiatan ini menyasar anggota Unit Kerja Karang Taruna (UKKT) RW 02 Pancoran untuk meningkatkan keterampilan membuat konten visual yang dapat dimanfaatkan dalam promosi produk, publikasi kegiatan, dan pengembangan usaha kreatif. Acara dibuka oleh Sekretaris Kelurahan Pancoran, Sami Astuti, serta dihadiri perwakilan LMK Kelurahan Pancoran, pengurus UKKT RW 02, dan Ketua MPKT Karang Taruna Kecamatan Pancoran, Ikhsan Suri.
Ketua Pelaksana PkM UBSI, Suparni, menyampaikan bahwa penguasaan keterampilan digital dapat menjadi bekal bagi pemuda untuk lebih mandiri dan produktif.
“Kami ingin pemuda tidak sekadar menjadi konsumen teknologi, melainkan mampu memproduksi karya visual bernilai jual untuk mempromosikan potensi lokal dan menggerakkan ekonomi kreatif di lingkungannya,” ujar Suparni dalam keterangan rilis yang diterima di Jakarta Senin (26/10).
Dalam kegiatan ini, peserta memperoleh materi dan praktik desain grafis yang dipandu oleh Ahmad Al Kaafi selaku tutor, bersama tim dosen Mochammad Abdul Azis dan Dony Oscar. Pelatihan juga didukung empat mahasiswa UBSI, yaitu Karim Abdul Aziz, Agung Sanjaya, Sultan Mochamad Atalla, dan Adila Aulia Rahman Harahap.
Peserta mempelajari dasar-dasar desain, mulai dari pengaturan tata letak, pemilihan tipografi, kombinasi warna, hingga pembuatan konten promosi untuk media sosial. Melalui praktik langsung, peserta didorong untuk menghasilkan desain yang komunikatif, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan publikasi digital.
Ahmad Al Kaafi menjelaskan bahwa desain grafis bukan hanya berkaitan dengan tampilan visual, tetapi juga menjadi sarana menyampaikan pesan secara efektif sekaligus membuka peluang usaha.
“Desain grafis adalah sarana menyusun pesan komunikasi yang berdampak ekonomi nyata. Dengan kompetensi ini, pemuda memiliki peluang membuka jasa mandiri maupun mendukung promosi produk UMKM di sekitar Pancoran,” tutur Ahmad.
Sementara itu, Ikhsan Suri menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi digital secara bijak, terutama di tengah perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
“Pemanfaatan teknologi digital tidak terlepas dari maraknya perkembangan AI yang memiliki dua sisi, baik dan buruk. Jika dimanfaatkan secara tepat, teknologi ini akan menjadi alat bantu produktivitas yang luar biasa bagi pemuda,” paparnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan evaluasi hasil karya, sesi foto bersama, dan penyerahan cendera mata. Perwakilan peserta, Edy Nurman, mengapresiasi materi pelatihan yang dinilai relevan dengan kebutuhan pemuda dalam menghadapi perkembangan dunia digital.
“Materi yang diberikan sangat aplikatif. Kami berharap sinergi bersama UBSI dapat terus berlanjut ke tahap berikutnya agar pemuda UKKT RW 02 semakin siap bersaing di pasar digital,” ungkap Edy.
Melalui kegiatan ini, UBSI berharap keterampilan desain grafis dapat menjadi modal bagi pemuda untuk mengembangkan potensi diri, memperluas peluang usaha, serta mendukung promosi produk UMKM di lingkungan sekitar. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi kepemudaan juga diharapkan terus berlanjut untuk memperkuat kreativitas dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui teknologi digital. (Safika)