Dosen UBSI Kampus Tasikmalaya Kenalkan Teknologi Digital untuk Dukung Hafalan Al-Qur’an Santri Pesantren Miftahul Ulum
BSIews, Tasikmalaya — Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif kembali menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Pemanfaatan dan Pengembangan Teknologi Digital untuk Meningkatkan Hafalan Al-Qur’an di Kalangan Remaja Pesantren Miftahul Ulum Yayasan Kiai Haji Duleh Kawalu Kota Tasikmalaya” yang dilaksanakan pada Minggu (28/6), di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Yayasan Kiai Haji Duleh Kawalu, Kota Tasikmalaya. Kegiatan ini menjadi upaya UBSI dalam mendorong pemanfaatan teknologi digital sebagai media pembelajaran yang inovatif sekaligus mendukung pendidikan Islam di era digital.
Dosen UBSI Kampus Tasikmalaya Kenalkan Teknologi Digital untuk Dukung Hafalan Al-Qur’an Santri Pesantren Miftahul Ulum
Program ini digagas sebagai solusi atas tantangan yang dihadapi para santri dalam menjaga motivasi dan konsistensi menghafal Al-Qur’an. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, pemanfaatan aplikasi berbasis digital dinilai mampu menghadirkan metode pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan efektif bagi generasi muda.
Ketua pelaksana kegiatan, Iqbal Dzulfiqar Iskandar, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan wawasan sekaligus keterampilan kepada para santri dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai pendukung proses menghafal Al-Qur’an. Melalui pelatihan dan pendampingan secara langsung, peserta diperkenalkan dengan berbagai aplikasi yang dapat membantu proses murajaah, pencatatan progres hafalan, hingga evaluasi perkembangan hafalan secara lebih sistematis.
“Teknologi tidak hanya digunakan untuk kebutuhan akademik dan hiburan, tetapi juga dapat menjadi sarana yang efektif dalam mendukung pembelajaran agama. Kami berharap para santri dapat memanfaatkan teknologi secara positif untuk meningkatkan kualitas hafalan Al-Qur’an,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima di Tasikmalaya Minggu (28/6).
Selain meningkatkan kemampuan santri dalam memanfaatkan teknologi digital, kegiatan ini juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. Dengan adanya sistem pemantauan hafalan berbasis digital, proses evaluasi perkembangan hafalan santri dapat dilakukan secara lebih cepat, akurat, dan terstruktur.
Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Ustaz Zainal Ismail, menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan oleh UBSI Tasikmalaya. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan perspektif baru mengenai pemanfaatan teknologi sebagai media pembelajaran yang bermanfaat.
“Kami menyambut baik kegiatan ini karena memberikan wawasan baru kepada para santri mengenai pemanfaatan teknologi secara positif. Melalui pelatihan ini, santri dapat melihat bahwa teknologi tidak hanya digunakan untuk hiburan, tetapi juga dapat menjadi sarana yang efektif dalam mendukung proses menghafal Al-Qur’an. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan motivasi, kedisiplinan, dan kualitas hafalan para santri,” ungkapnya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Salah satu santri, Eka Hapidz Azizul Hakim, mengaku mendapatkan pengalaman baru melalui pelatihan tersebut.
“Saya sangat senang mengikuti pelatihan ini karena memberikan pengalaman baru dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung hafalan Al-Qur’an. Sekarang saya mengetahui berbagai aplikasi yang dapat membantu menghafal, mengulang, dan memantau perkembangan hafalan secara lebih teratur. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan agar semakin banyak remaja yang termotivasi memanfaatkan teknologi secara positif,” tuturnya.
Baca Juga : Independence Day AI Conference di Sukabumi Soroti Perkembangan Teknologi Digital dan Akses Pendidikan
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, UBSI kampus Tasikmalaya berharap dapat terus berkontribusi dalam mendukung transformasi pendidikan berbasis teknologi, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya memiliki kompetensi digital, tetapi juga berkarakter, religius, dan mencintai Al-l. (Safika)