Dosen UBSI Beri Pelatihan Strategi Memulai Usaha Bermodal Kecil bagi Komunitas Lokabisa Bogor
BSINews, Bogor- Dosen Program Studi Manajemen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Strategi Memulai Usaha Bermodal Kecil” bagi Komunitas Lokabisa di Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, pada 26 September 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai pengelolaan modal usaha, riset pasar, dan strategi membangun branding agar mampu memulai serta mengembangkan usaha secara terencana.
Baca juga: Dosen Prodi Ilmu Komunikasi UBSI Latih Pengajar TPA Abah Mangun Manfaatkan AI untuk Pembelajaran
Pelatihan ini dilaksanakan sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam menerapkan ilmu manajemen dan kewirausahaan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, anggota Komunitas Lokabisa memperoleh pemahaman mengenai pentingnya mengoptimalkan modal yang tersedia, mengenali peluang pasar, serta membangun identitas usaha yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Dalam menjalankan usaha, keterbatasan modal kerap menjadi tantangan bagi pelaku usaha mikro dan kecil. Namun, kondisi tersebut dapat disiasati melalui pengelolaan arus kas yang cermat, pemanfaatan sumber daya secara efisien, kreativitas, serta kemampuan menyesuaikan strategi dengan perubahan pasar. Karena itu, calon wirausaha perlu memahami bahwa memulai bisnis tidak selalu harus dilakukan dengan investasi besar, tetapi membutuhkan perencanaan yang matang dan pemahaman terhadap karakteristik konsumen.
Ketua Komunitas Lokabisa, Nurlaela, menekankan pentingnya pengelolaan modal secara bijak dan kemampuan beradaptasi dalam menjalankan usaha.
“Pelaku usaha yang memulai bisnis dengan modal terbatas perlu memiliki kemampuan mengatur arus kas, memanfaatkan sumber daya yang tersedia, dan membaca peluang pasar. Kreativitas serta fleksibilitas dalam menjalankan usaha juga menjadi hal penting agar bisnis dapat berkembang secara bertahap sesuai dengan kebutuhan konsumen,” ujar Nurlaela.
Selain pengelolaan modal, pelatihan ini membahas pentingnya membangun branding sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha. Di era digital, branding tidak hanya berkaitan dengan nama, logo, atau tampilan produk, tetapi juga mencakup upaya membangun persepsi positif, kepercayaan, dan hubungan emosional dengan konsumen. Identitas merek yang kuat diharapkan dapat membantu usaha lebih mudah dikenali dan memiliki pembeda di tengah persaingan pasar.
Pemateri kegiatan, Rachma, menjelaskan bahwa riset pasar menjadi langkah penting sebelum pelaku usaha meluncurkan produk atau layanan. Melalui riset, wirausaha dapat mengenali target konsumen, memahami kebutuhan pasar, serta memperoleh informasi yang menjadi dasar pengambilan keputusan bisnis.
“Riset pasar penting dilakukan untuk mengetahui kebutuhan dan respons calon konsumen terhadap produk atau layanan yang ditawarkan. Prosesnya dapat dilakukan melalui survei, wawancara, maupun interaksi langsung dengan konsumen potensial. Dengan informasi tersebut, pelaku usaha dapat menentukan target pasar dan menyusun strategi bisnis yang lebih tepat,” tutur Rachma.
Kegiatan berlangsung dengan pendekatan edukatif dan interaktif melalui penyampaian materi serta sesi tanya jawab bersama peserta. Diskusi tersebut menjadi kesempatan bagi anggota Komunitas Lokabisa untuk memperdalam pemahaman mengenai strategi memulai usaha, mengelola modal, menentukan target pasar, dan membangun branding. Rangkaian acara juga diisi dengan pembagian hadiah serta ditutup melalui kegiatan bersama panitia dan peserta.
Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam merintis maupun mengembangkan usaha. Pemanfaatan modal secara efisien dapat membantu pelaku usaha menguji respons pasar, mengurangi risiko kerugian, dan melakukan perbaikan strategi secara bertahap berdasarkan pengalaman nyata. Di sisi lain, pemanfaatan teknologi dan platform digital juga dapat menjadi sarana untuk memperluas jangkauan pemasaran serta memperkenalkan produk kepada konsumen yang lebih luas.
Sebagai UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif, Universitas Bina Sarana Informatika terus berupaya menghadirkan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui kegiatan ini, dosen Program Studi Manajemen turut berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman kewirausahaan dan mendorong masyarakat agar lebih siap menghadapi tantangan dalam membangun usaha.
Baca juga: Dosen dan Mahasiswa UBSI Latih PRA Salimah Susukan Manfaatkan AI untuk Konten Kreatif
Ke depan, pendampingan berkelanjutan, pelatihan lanjutan, dan sesi berbagi pengalaman diharapkan dapat membantu Komunitas Lokabisa memperkuat kemampuan pengelolaan bisnis.
“Kami berharap ilmu yang diperoleh melalui kegiatan ini dapat diterapkan oleh anggota Komunitas Lokabisa, mulai dari mengelola modal, memahami kebutuhan konsumen, hingga membangun identitas merek yang kuat. Dengan kemauan untuk terus belajar dan berinovasi, pelaku usaha dapat mengembangkan bisnisnya secara bertahap dan berkelanjutan,” tutup Rachma.