Dosen UBSI Dorong Transformasi Digital Tata Pamong Lewat Prompt AI
BSINews, Tangerang – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemajuan masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Transformasi Digital Tata Pamong untuk Optimalisasi Administrasi RT RW dengan Prompt AI.” Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu (4/10) di Kelurahan Paninggilan Utara, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang.
Program tersebut menjadi inisiatif dosen UBSI kampus Tangerang dalam membantu aparatur wilayah, khususnya di tingkat RT dan RW, agar mampu memanfaatkan teknologi digital berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas tata kelola administrasi pemerintahan.
Dosen UBSI Dorong Transformasi Digital Tata Pamong Lewat Prompt AI
Acara dibuka secara resmi oleh Lurah Paninggilan Utara, Ade Lesmana, yang menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. Dalam sambutannya, ia menilai bahwa pelatihan yang diadakan UBSI sangat relevan dengan kebutuhan aparatur kelurahan di era digital. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena membantu aparatur wilayah dalam meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kepada warga. Semoga pelatihan ini menjadi langkah awal menuju digitalisasi tata kelola di Paninggilan Utara,” ujarnya.
Kegiatan ini diketuai oleh Wahyudi bersama anggota tim dosen UBSI lainnya yaitu Anggraini, Desy Setyorini, dan Andri Rizko Yulianto. Mereka memberikan pelatihan intensif mengenai pemanfaatan Prompt AI untuk menyusun dokumen administratif seperti surat pengantar, laporan kegiatan, hingga arsip digital.
Baca juga: Aparatur Paninggilan Utara Antusias Ikuti Pelatihan Literasi Media Sosial Bersama UBSI
Dalam sesi pelatihan, peserta diajak memahami konsep dasar kecerdasan buatan dan langsung mempraktikkan penggunaannya untuk kebutuhan administratif harian. Melalui pendekatan ini, aparatur diharapkan mampu menciptakan sistem administrasi yang lebih cepat, akurat, serta minim kesalahan, sekaligus mendukung transparansi dan akuntabilitas pelayanan publik.
Wahyudi menuturkan bahwa penerapan teknologi seperti Prompt AI bukan hanya sekadar inovasi teknis, tetapi juga bagian dari budaya kerja baru yang efisien dan modern. “Kami ingin agar aparatur wilayah mampu mengadopsi teknologi secara bijak dan berkelanjutan, sehingga pelayanan publik bisa lebih optimal dan terpercaya,”ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, UBSI kampus Tangerang berharap dapat terus menjalin sinergi dengan pemerintah daerah dalam membangun masyarakat yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan siap menghadapi era digital secara produktif.(Niken)