Dosen UBSI Latih Pengurus PKK Rawa Mekar Jaya Optimalkan WhatsApp Group untuk Komunikasi Warga
BSINews, Tangerang – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif terus mendorong peningkatan literasi digital masyarakat melalui pemanfaatan teknologi komunikasi. Upaya tersebut diwujudkan oleh Fakultas Komunikasi dan Bahasa UBSI melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk Pelatihan Media Sosial WhatsApp Group sebagai Media Komunikasi pada Pengurus dan Ibu PKK RT 03/RW 02 Kelurahan Rawa Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan pada Sabtu (3/10).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan pengurus serta anggota PKK dalam memanfaatkan WhatsApp Group (WAG) secara efektif, produktif, dan bertanggung jawab. Pelatihan tersebut menjadi upaya untuk mengoptimalkan penggunaan media sosial sebagai sarana komunikasi, koordinasi, dan penyebaran informasi di lingkungan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai pengelolaan grup, penyampaian informasi yang efektif, penggunaan bahasa yang santun, serta pentingnya memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya kepada anggota grup.
Narasumber Selvi Sofiawati menyampaikan bahwa pemanfaatan media sosial di lingkungan masyarakat perlu diiringi dengan kemampuan berkomunikasi secara bijak.
“WhatsApp Group bukan hanya tempat untuk menyampaikan pesan, tetapi dapat menjadi ruang komunikasi yang membantu pengurus dan anggota PKK berkoordinasi dengan lebih cepat dan efektif. Karena itu, kita perlu memahami bagaimana menyampaikan informasi dengan jelas, santun, dan bertanggung jawab,” ujar Selvi Sofiawati dalam keterangan rilis yang diterima di Tangerang Sabtu (10/10).
Menurut Selvi, kemampuan menggunakan media digital tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga mencakup etika komunikasi dan kecakapan dalam mengelola informasi. Hal ini penting karena pesan yang dibagikan melalui grup dapat diterima banyak orang dalam waktu bersamaan.
“Yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita menyaring informasi sebelum membagikannya. Jangan sampai WhatsApp Group yang seharusnya menjadi sarana komunikasi justru menjadi tempat beredarnya informasi yang belum tentu benar atau menimbulkan kesalahpahaman,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan pengurus PKK RT 03/RW 02, Yulianti, menyambut baik pelaksanaan pelatihan tersebut. Ia menilai WhatsApp Group telah menjadi bagian dari aktivitas komunikasi sehari-hari sehingga pengurus dan anggota perlu memahami cara menggunakannya secara lebih efektif.
“Selama ini WhatsApp Group sangat membantu kami dalam menyampaikan informasi kegiatan PKK dan berkoordinasi dengan anggota. Dengan adanya pelatihan ini, kami menjadi lebih memahami bagaimana menggunakan grup WhatsApp dengan baik, termasuk bagaimana menyampaikan informasi agar tidak menimbulkan salah paham,” ungkap Yulianti.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan dalam kegiatan PKK dan komunikasi warga di lingkungan RT 03/RW 02.
“Kami berharap komunikasi antara pengurus dan anggota PKK bisa semakin baik. Informasi kegiatan dapat disampaikan dengan lebih cepat, tetapi tetap memperhatikan etika dan kebenaran informasi yang dibagikan,” lanjutnya.
Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada keterampilan menggunakan fitur WhatsApp, tetapi juga pada penguatan literasi digital masyarakat. Peserta didorong untuk lebih kritis dalam menerima dan menyebarkan informasi serta memahami pentingnya etika dan tanggung jawab dalam berkomunikasi di ruang digital.
Penggunaan WhatsApp Group memang memberikan kemudahan dalam menyampaikan informasi kepada banyak orang secara cepat. Namun, pemanfaatannya tetap perlu disertai kebiasaan memverifikasi informasi dan menjaga etika komunikasi agar dapat meminimalkan kesalahpahaman serta penyebaran informasi yang tidak terkonfirmasi.
Melalui kegiatan PkM ini, pengurus dan anggota PKK RT 03/RW 02 diharapkan mampu memanfaatkan WhatsApp Group secara lebih efektif, produktif, santun, dan bertanggung jawab. Ke depannya, WAG juga diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi warga dalam mendukung kegiatan sosial, pemberdayaan keluarga, program PKK, serta koordinasi lingkungan.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa penguatan literasi digital dapat dimulai dari lingkungan masyarakat terkecil. Dengan kemampuan memanfaatkan teknologi secara bijak, masyarakat diharapkan semakin mampu memperkuat komunikasi, partisipasi, dan kebersamaan melalui ruang digital. (Safika)