Dosen UBSI Dampingi Pengurus DKM Masjid Lathifah Depok Manfaatkan AI untuk Perkuat Dakwah Digital

0 5

BSINews, Depok – Dakwah Masjid kini tidak hanya berlangsung melalui mimbar dan pertemuan tatap muka. Di tengah kebiasaan masyarakat mengakses informasi melalui media sosial, pengurus Masjid juga memiliki peluang untuk menyampaikan pesan keagamaan lewat konten digital yang kreatif, menarik, dan mudah dijangkau masyarakat.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, sekelompok dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PM) bertajuk Penguatan Kapasitas Digital Pengurus DKM melalui Pelatihan Konten Kreatif, Media Sosial, dan Artificial Intelligence untuk Mendukung Dakwah Masjid Lathifah. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (10/10) di Masjid Lathifah, Perumahan Graha Studio Alam, Kelurahan Sukmajaya, Kota Depok.

Baca juga: Dosen UBSI Kampus Tangerang Latih Pengurus DKM Masjid Al Manaar Kelola Laporan Kas dengan Microsoft Excel

Perkuat Dakwah Digital, Dosen UBSI Dampingi Pengurus DKM Masjid

Dakwah

Tim PM UBSI tersebut diketuai oleh Kusmayanti Solecha, dengan anggota Lita Sari Marita dan Ahmad Fachrurozi, serta didukung oleh mahasiswa UBSI. Pelatihan ini diarahkan untuk membantu pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) mengembangkan keterampilan digital yang dapat diterapkan dalam pengelolaan informasi dan penyampaian pesan dakwah.

Ketua tim PM UBSI, Solecha, menjelaskan bahwa kemampuan mengelola media digital semakin relevan bagi pengurus Masjid. Menurutnya, media sosial dapat menjadi sarana untuk memperluas jangkauan informasi kegiatan sekaligus menyampaikan pesan keagamaan kepada masyarakat dengan cara yang lebih dekat dengan keseharian mereka.

“Kami ingin membantu pengurus DKM agar semakin percaya diri memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung kegiatan dakwah. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan tidak hanya mengenal media sosial dan teknologi kecerdasan buatan, tetapi juga mampu menggunakannya secara kreatif, bijak, dan sesuai dengan kebutuhan Masjid,” ujar Solecha, Sabtu (10/10).

Materi pelatihan mencakup pengembangan konten kreatif, pemanfaatan media sosial, serta pengenalan Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung proses pembuatan materi komunikasi. Keterampilan tersebut dapat membantu pengurus merancang informasi kegiatan, menyusun pesan dakwah, dan mengemas konten agar lebih mudah dipahami oleh berbagai kelompok masyarakat.

Anggota tim, Lita, menyoroti pentingnya penyajian pesan dalam komunikasi digital. Menurutnya, pesan yang bermanfaat perlu disampaikan dengan format yang sesuai agar dapat menarik perhatian audiens tanpa menghilangkan substansi informasi yang ingin disampaikan.

“Konten digital bukan hanya soal tampilan yang menarik, tetapi juga bagaimana pesan dapat tersampaikan dengan jelas dan tepat. Kami berharap pengurus DKM dapat mengembangkan konten yang informatif, mudah dipahami, dan tetap mencerminkan nilai-nilai dakwah yang ingin disampaikan oleh Masjid,” kata Lita, Sabtu (10/10).

Sementara itu, Fachrurozi menekankan bahwa teknologi kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk mendukung pekerjaan komunikasi, termasuk ketika pengurus menyiapkan ide konten, menyusun draf teks, atau merancang materi publikasi. Namun, penggunaannya tetap perlu disertai pemeriksaan dan pertimbangan manusia, terutama ketika berkaitan dengan informasi keagamaan.

“AI dapat membantu mempercepat proses menyiapkan materi komunikasi, tetapi hasilnya tetap harus diperiksa sebelum dipublikasikan. Pengurus perlu memastikan bahwa informasi yang dibagikan akurat, sumbernya jelas, dan pesan dakwahnya sesuai dengan konteks serta nilai yang ingin dijaga oleh Masjid,” ujar Fachrurozi, Sabtu (10/10).

Bagi pengurus DKM, keterampilan digital diharapkan dapat menjadi dukungan praktis dalam mengelola komunikasi Masjid. Informasi mengenai jadwal kegiatan, kajian, program sosial, maupun aktivitas jamaah berpotensi menjangkau lebih banyak orang apabila disampaikan secara konsisten melalui kanal digital yang dikelola dengan baik.

Ketua DKM Masjid Lathifah, Ustadz Maksum, menyambut baik pelatihan tersebut sebagai kesempatan untuk menambah wawasan pengurus dalam mengikuti perkembangan teknologi. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan untuk mendukung kegiatan Masjid dan memperluas penyampaian informasi kepada jamaah.

“Kami menyambut baik pelatihan ini yang diberikan dosen-dosen UBSI, karena pengelolaan Masjid saat ini juga membutuhkan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Harapannya, ilmu yang diberikan dapat membantu pengurus menyampaikan informasi kegiatan dan pesan dakwah dengan lebih baik, sehingga manfaat Masjid dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” tutur Ustadz Maksum, Sabtu (10/10).

Baca juga: UBSI Gelar Pengabdian Masyarakat melalui Penyuluhan Entrepreneurship bagi Anak Asuh dan Pengurus DKM Masjid Jami Al-Istiqomah Depok

Kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya PM, melalui penerapan pengetahuan dosen dan mahasiswa UBSI untuk menjawab kebutuhan komunitas. Kolaborasi tersebut juga membuka ruang bagi perguruan tinggi untuk berkontribusi dalam penguatan kapasitas masyarakat melalui pemanfaatan teknologi yang relevan.

Melalui pelatihan yang dilakukan sekumpulan dosen dan mahasiswa UBSI ini, pengurus DKM Masjid Lathifah diharapkan dapat mengembangkan pengelolaan komunikasi digital secara bertahap dan berkelanjutan. Teknologi pada akhirnya bukan sekadar alat untuk mengikuti tren, melainkan sarana untuk menjaga agar pesan dakwah tetap hadir, mudah diakses, dan dekat dengan kehidupan masyarakat.

Leave A Reply

Your email address will not be published.