Dosen Universitas BSI Berikan Cara Buat Laporan Keuangan
BSINews, Jakarta – Dunia Pendidikan pada tahun ajaran 2022-2023 sudah mulai melaksanakan PTM 100%, anak-anak sudah bisa tersenyum bermaun dengan teman temannya disekolah. Menyenangkan bisa Kembali berinteraksi disekolah, kampus, mencoba mengejar ketertinggalan selama lebih dari dua tahun terakhir ini.
Dosen Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) sudah dapat dilakukan secara tatap muka. Kegiatan Pengabdian Masyarakat (PM) Ganjil 2022-2023 ini terdiri dari Hieronimus Erwin Indrawan (Ketua PM), Yulianah sebagai Tutor dan Gurharnawan bertindak sebagai dokumentasi. Kegiatan PM PM dilaksanakan secara tatap muka, berlokasi di RPTRA Gerbang Sari Kelurahan Bambu Apus, dengan tema “Seminar Mengenal Laporan Keuangan Sederhana”.
Pada kesempatan ini Pengabdian Masyarakat (PM) kami laksanakan dengan memberikan seminar kepada Karang Taruna Kelurahan Bambu Apus di RPTRA Gerbang Sari, RT 2/ RW 5, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Minggu (23/10).
Hieronimus sebagai ketua pelaksana PM mengatakan pemberian seminar mengenal laporan keuangan sederhana dengan tujuan agar karang taruna dapat memahami cara pembuatan laporan keuangan.
“Tema ini diambil dikarenakan Karang Taruna sebagai organisasi kepemudaan masyarakat dalam kegiatannya banyak menggunakan dana atau sumbangan yang berasal dari pemerintah maupun masyarakat umum. Sebagai bentuk pertanggung jawabannya diperlukan laporan keuangan sederhana sebagai bentuk transparasi penggunaan anggaran dana tersebut sehingga diharapkan sedari awal karang taruna sudah terbiasa ataupun mengenal bagaimana laporan keuangan tersebut dibuat,” jelas Hieronimus, Minggu (23/10).
Sementara itu, Aburizal salah satu perserta yang merupakan ketua karang taruna menjelaskan melalui seminar ini banyak ilmu dan pengetahuan yang telah didapatkan khususnya mengenai laporan keuangan.
Baca Juga: Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan dengan Microsoft Office
“Seminar ini memberikan informasi bahwa Dana yang kami terima baik dari pemerintah maupun masyarakat harus dapat dipertanggungjawabkan penggunaannya sehingga transparasi anggaran tercipta dan membiasakan kami sedini mungkin agar terhindar dari penyalahgunaan anggaran,” tandasnya.(RDX)