Ketika Warga RT Belajar Bikin Website, dan Wix ADI Jadi “Pak RT Digital” yang Baru

0 220

BSINews, Jakarta – Di sebuah sudut Jakarta Selatan, tepatnya di RT 010 Mampang Prapatan, terjadi sesuatu yang tak biasa pada Minggu, 5 Mei 2025. Bukan, bukan demo warga atau arisan ibu-ibu yang bikin ricuh. Tapi, hari itu, warga RT berkumpul bukan untuk kerja bakti atau bagi zakat seperti biasanya. Mereka duduk manis, serius, sambil nenteng laptop, belajar hal yang—mungkin seminggu sebelumnya—masih terdengar seperti sihir teknologi: bikin website pakai kecerdasan buatan.

Warga RT 010 belajar bikin web e-commerce sendiri pakai AI. Dipandu oleh tim dosen dan mahasiswa dari Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), pengabdian masyarakat berupa pelatihan ini semacam upaya menyuntikkan vitamin digital ke dalam tubuh gotong royong warga.

Baca juga: Dosen UBSI Berikan Pelatihan Pembuatan Website E-Commerce Berbasis AI kepada Warga Mampang

Jadi, bukan cuma semangat silaturahmi yang hidup, tapi juga semangat jualan online. Karena, mari kita jujur, di zaman sekarang, bikin website itu bukan sekadar gaya-gayaan, tapi soal bertahan hidup dan berkembang di rimba ekonomi digital.

Nah, UBSI Sebagai Kampus Digital Kreatif datang tidak cuma modal niat. Mereka bawa amunisi bernama Wix ADI—Artificial Design Intelligence. Bagi yang belum tahu, Wix ADI itu kayak asisten pribadi super jenius yang bisa bantu bikin website dari nol, tanpa kamu harus pusing sama HTML, CSS, atau teman-temannya. Tinggal jawab beberapa pertanyaan, kasih tahu mau bikin web apa, dan taraaa… Wix ADI akan menyulapnya jadi website kece yang siap tampil di jagat maya.

Kebayang nggak, warga RT yang biasanya sibuk ngurus taman, ronda malam, dan pembagian zakat, sekarang antusias belajar drag and drop elemen web, milih template, nyari nama domain, sampai utak-atik warna dan layout.

Salah satu peserta bahkan bilang, “Dulu saya pikir bikin web itu cuma kerjaan anak IT. Sekarang saya jadi pengen bikin web warung saya sendiri, siapa tahu bisa titip jualan online sambel buatan istri.”

Ketua pelatihan, Mely, dengan gaya khas emak-emak bijak tapi tegas, nggak cuma mengajar dan bagi modul. Beliau juga bagi-bagi cinderamata buat peserta yang hasil desain webnya paling kece. Jangan salah, gesture sekecil itu bisa jadi bensin semangat. Langsung deh peserta yang lain berlomba bikin tampilan web yang bukan cuma fungsional, tapi juga estetik. Katanya, “Kalau bisa estetik, kenapa harus tragis?”

Ada yang desain buat usaha laundry kecil-kecilan, ada juga yang iseng bikin web buat dokumentasi kegiatan RT. Bahkan ada ide liar untuk bikin web yang isinya arsip warga yang pernah nyumbang buat 17-an—buat yang suka ngeles, siap-siap malu karena data digital tak bisa bohong.

Yang menarik, dari semua gelak tawa, obrolan, dan serap-serup ilmu digital itu, terselip satu benang merah: warga RT 010 ingin berdaya. Mereka sadar, dunia sudah berubah. Dan kalau mereka nggak ikut naik kapal digital ini, ya bisa-bisa tenggelam di tengah banjir konten dan algoritma.

Pelatihan ini bukan tentang Wix atau sekadar web e-commerce. Ini soal semangat baru, tentang warga biasa yang memutuskan untuk melek, bukan cuma soal baca tulis, tapi soal teknologi yang mengubah cara hidup dan cara jualan. Bukan cuma kerja bakti bersih-bersih lingkungan, tapi juga bersih-bersih ketertinggalan digital.

Baca juga: BSI Explore Resmi Luncurkan Aplikasi Website Administrasi Desa Sukamanis

UBSI, lewat kegiatan ini, seperti kasih “kompor” buat nyalain dapur kreativitas warga. Dan siapa tahu, dari RT yang satu ini, nanti muncul bisnis lokal yang merajalela di marketplace, atau minimal, ada web RT yang isinya bukan cuma foto-foto kegiatan, tapi juga katalog produk UMKM yang layak dilirik nasional.

Akhir kata, mungkin sudah saatnya Pak RT bukan cuma dikenal sebagai penanggung jawab kerja bakti dan pembagi kupon sembako, tapi juga jadi “CEO Digital Kampung” yang menggerakkan warga menuju masa depan yang nggak cuma guyub, tapi juga melek AI. Karena kalau RT udah digital, siapa tahu nanti RW-nya bisa metaverse.(ACH)

Leave A Reply

Your email address will not be published.