Mahasiswa UBSI Dorong Budaya Saling Menghargai di Kalangan Pelajar
BSINews, Depok – Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berupa sosialisasi anti bullying berbasis nilai Islam di SMPIT Arrahmah Depok, Selasa (28/4). Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga akhlak dalam berinteraksi, baik secara langsung maupun melalui media sosial.
Sosialisasi tersebut dilatarbelakangi oleh meningkatnya penggunaan platform digital di kalangan remaja. Media sosial seperti Instagram, TikTok, dan WhatsApp kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, namun penggunaannya juga berpotensi memunculkan perilaku bullying dan cyberbullying jika tidak diimbangi dengan etika yang baik.
Baca juga: Mahasiswa Universitas BSI Adakan Edukasi Tentang Toleransi dan Bullying di Mushola Alfalah
Dalam pemaparannya, mahasiswa menjelaskan berbagai bentuk bullying yang kerap terjadi di lingkungan pelajar. Mulai dari ejekan, komentar kasar, body shaming, penyebaran rumor, hingga pengucilan di media sosial yang dapat berdampak pada kondisi psikologis korban.
Materi juga dikaitkan dengan nilai-nilai Islam yang mengajarkan pentingnya menghormati sesama manusia. Siswa diajak memahami bahwa perilaku merendahkan atau menghina orang lain bertentangan dengan ajaran Islam dan akhlak yang baik.
Agar lebih mudah dipahami, kegiatan dikemas secara interaktif melalui penyampaian materi, sesi ice breaking, serta kuis edukatif. Para siswa tampak aktif mengikuti jalannya kegiatan dan terlibat dalam diskusi mengenai etika bermedia sosial.
Salah satu sesi yang menarik perhatian peserta adalah kegiatan simbolik bertajuk “Buang Kata Negatif”. Dalam sesi tersebut, siswa menuliskan kata-kata ejekan atau kalimat menyakitkan yang pernah mereka terima pada selembar kertas, lalu meremasnya bersama-sama sebagai simbol penolakan terhadap bullying.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Abdullah Sadewa, mengatakan bahwa edukasi semacam ini penting untuk membangun kesadaran siswa mengenai dampak perilaku bullying. Menurut dia, pemahaman tentang akhlak dan etika perlu ditanamkan sejak dini agar menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa dapat memahami bahwa bullying bukan hanya berdampak buruk secara sosial dan psikologis, tetapi juga bertentangan dengan nilai-nilai Islam dan akhlak yang baik,” ujar Abdullah Sadewa saat kegiatan berlangsung.
Pihak SMPIT Arrahmah Depok menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Sekolah berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk mendukung pembentukan karakter siswa yang lebih peduli, saling menghargai, serta bijak dalam memanfaatkan media sosial.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif berharap siswa tidak hanya memiliki kemampuan literasi digital yang baik, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai akhlak dalam setiap interaksi. Upaya tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman, nyaman, dan saling mendukung bagi seluruh siswa.