Mahasiswa UBSI Selenggarakan Pelatihan Penerapan Sikap Adil di Rumah Les Cut Meutia
BSINews, Jakarta — Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif melalui mahasiswa Program Studi Sistem Informasi menyelenggarakan Pelatihan Penerapan Sikap Adil bagi anak-anak Rumah Les Cut Meutia, Jakarta Pusat, pada Minggu (16/11). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa sekolah dasar mengenai pentingnya bersikap adil dalam kehidupan sehari-hari agar terhindar dari perilaku pilih kasih, diskriminatif, maupun ketidakadilan terhadap teman di sekolah maupun masyarakat.
Mahasiswa UBSI Selenggarakan Pelatihan Penerapan Sikap Adil di Rumah Les Cut Meutia
Pelatihan diikuti oleh 18 peserta yang terdiri dari siswa dan siswi SD. Materi yang diberikan mencakup pemahaman tentang arti keadilan, contoh situasi adil di lingkungan sekolah, cara mengambil keputusan tanpa memihak, hingga pembiasaan sikap empati dan menghargai hak orang lain. Untuk mempermudah pemahaman, mahasiswa menambahkan video edukasi, media visual, kuis interaktif, dan sesi berbagi pendapat. Anak-anak terlihat antusias menjawab pertanyaan serta memberikan contoh pengalaman mereka mengenai sikap adil di sekolah.
Ketua pelaksana, Raissa Darrendra W.P, menjelaskan bahwa penanaman karakter adil perlu dilakukan sedini mungkin sebagai fondasi perkembangan moral anak. “Sikap adil penting ditanamkan sejak usia dini agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang tidak egois dan mampu menghargai hak orang lain,” ujarnya. Salah satu anggota tim, Rio Michael Ginting, menambahkan bahwa edukasi karakter harus dibungkus secara menyenangkan agar mudah dipahami oleh anak-anak. “Saat mereka belajar sambil bermain, pesan moral lebih cepat diterima dan diingat,” katanya.
Baca juga: UBSI Kampus Pontianak Gelar Aksi Bersih Masjid sebagai Wujud Toleransi Lintas Keyakinan
Dalam kegiatan ini, mahasiswa juga menekankan bahwa keadilan bukan sekadar perlakuan yang sama kepada semua orang, tetapi kemampuan menempatkan sesuatu pada porsi yang tepat sesuai hak dan kewajiban masing-masing. Melalui pendekatan visual, cerita, permainan kelompok, dan simulasi praktik, anak-anak diajak memahami bahwa keadilan berasal dari sikap jujur, empati, serta mampu menilai perbedaan tanpa prasangka.
Pelatihan ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi UBSI dalam mendukung pendidikan karakter di lingkungan pembelajaran nonformal. Pihak Rumah Les Cut Meutia memberikan apresiasi atas kegiatan tersebut karena dinilai membantu menciptakan suasana belajar yang lebih harmonis dan inklusif. Kegiatan ditutup dengan pembagian hadiah kecil bagi peserta aktif, sesi refleksi bersama, serta dokumentasi foto sebagai penutup program. Melalui pelatihan ini, mahasiswa berharap anak-anak dapat terus menerapkan sikap adil dalam kehidupan sehari-hari sebagai bekal membangun karakter yang kuat, bertanggung jawab, dan saling menghargai.(Niken)