Pelatihan Identifikasi Sidik Jari Dalam Konseling Edukatif Yayasan Taman Quraniyah
Jakarta, BSINews–Pelatihan identifikasi sidik jari dalam konseling edukatif pada Yayasan Taman Quraniyah. Kegiatan pelatihan ini sebagai tri dharma dosen dalam bentuk Pengabdian Masyarakat (PM). PM salah satu kegiatan tri dharma Perguruan Tinggi yang wajib dilaksanakan oleh para dosen, termasuk para dosen di Prodi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas BSI (Bina Sarana Informatika).
Pelatihan identifikasi sidik jari ini dilakasanakan pada Sabtu (9 September 2023), dengan Ketua Tim PM R. Deasy Mandasari, anggota tim Iwan Supriyanto, Frida Aprillia dan Alan Budi Kusuma serta dua orang mahasiswa Prodi Manajemen yakni Alif Muhammad Hafizh, Alas Sirumapea.
Pelatihan Identifikasi Sidik Jari
Kelompok dosen ini melakukan kegiatan PM dengan topik Pelatihan Identifikasi Sidik Jari Dalam Konseling Edukatif.Sasaran kegiatan PM adalah para staf Yayasan Taman Qur’aniyah yang berlokasi di Tanjung Barat, Jakarta Selatan.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh R. Deasy Mandasari dilanjutkan dengan penyampaian materi pokok, meliputi (1) Pengenalan Identifikasi Sidik Jari, (2) Dasar-dasar Identifikasi Sidik Jari, (3) Interpretasi Sidik Jari, (4) Aplikasi dalam Konseling Edukatif, (5) Etika dalam Identifikasi Sidik Jari, dan (6) Studi Kasus dan Latihan Praktis.
“Identifikasi sidik jari dapat memberikan wawasan yang mendalam tentang karakteristik individu, termasuk kecenderungan, potensi, dan bahkan cara mereka merespon stres,” katanya.
Ia menjelaskan hal ini dapat membantu konselor memahami karyawan atau klien dengan lebih baik, membantu mereka dalam pemahaman diri, dan mengarahkan mereka menuju tujuan pendidikan dan perkembangan pribadi.
“Sidik jari adalah unik untuk setiap individu, sehingga mereka berperan penting dalam mengidentifikasi orang secara akurat, menjaga keamanan data pribadi, membantu lembaga penegakan hukum mengungkap tindakan kriminal, serta memberikan wawasan dalam ilmu forensik,” jelasnya.
Selain itu, terangnya sidik jari digunakan dalam pengaturan akses yang aman, membantu individu meraih tujuan pendidikan dan perkembangan, dan memiliki peran penting dalam identifikasi dalam teknologi DNA.
Ia pun berharap dengan adanya pelatihan identifikasi sidik jari dalam konseling edukatif, seharusnya para profesional konseling dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk lebih efektif membantu individu dalam pemahaman diri, pengembangan potensi, serta pencapaian tujuan pendidikan dan perkembangan mereka.
“Pelatihan ini juga seharusnya memberikan alat baru yang inovatif bagi konselor untuk memberikan dukungan yang lebih baik kepada karyawan atau klien mereka dalam perjalanan pendidikan dan pengembangan pribadi mereka,” tandasnya.
Baca juga: Dosen Universitas BSI Pelatihan Pembuatan Desain Label Kemasan Yang Menarik Dengan Canva
Dengan pelatihan ini, imbuhnya peserta dapat wawasan yang lebih luas lagi tentang penerapan praktis dari konsep-konsep yang telah dipelajari dalam pelatihan identifikasi sidik jari dalam konseling edukatif.
“Semoga peserta mendapatkan wawasan tentang bagaimana mereka dapat mengintegrasikan pengetahuan tentang sidik jari ke dalam praktik konseling mereka sehari-hari,” tutupnya. (UMF)