PKM UBSI Kampus Karawang Sosialisasikan Nilai-Nilai Pancasila untuk Cegah Eksklusivisme Sosial di Era Digital
BSINews, Karawang – Pancasila kembali menjadi sorotan utama dalam memperkuat karakter bangsa di tengah derasnya arus digitalisasi. Melalui semangat edukatif dan kepedulian terhadap nilai kebangsaan, lima mahasiswa Program Studi(Prodi) Sistem Informasi (SI) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Karawang melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 5 Karawang dengan mengusug tema “Sosialisasi Nilai-Nilai Pancasila sebagai Sistem Etika untuk Mencegah Eksklusivisme Sosial di Era Digital.” Kegiatan ini berlangsung selama dua hari pada Senin dan Selasa, 20-21 Oktober, mulai pukul 07.30 hingga 12.00 WIB.
Mahasiswa UBSI Edukasi Siswa SMAN 5 Karawang tentang Etika Digital Berbasis Nilai Pancasila
Tim mahasiswa yang terdiri dari Nelly Mahmudah, Affie Faturrachman, Dannish Azizah Dinda, Haechal Dandy Nur Fadly, dan Husni Mubarok berperan aktif sebagai fasilitator dalam memberikan edukasi kepada para siswa. Program ini digagas sebagai bentuk kepedulian terhadap meningkatnya sikap intoleransi dan ujaran kebencian yang sering muncul di media social, fenomena yang dianggap sebagai cerminan menurunnya pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila, terutama dalam membangun sikap saling menghormati dan keterbukaan di ruang digital.
“Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga sistem etika yang mengajarkan kita untuk menghargai keberagaman dan menjunjung tinggi kemanusiaan, termasuk di dunia maya,” ujar Nelly Mahmudah, selaku ketua kelompok, dalam dalam keterangan rilis, Rabu (22/10).
Era digital membawa kemudahan dalam berkomunikasi, namun di sisi lain menciptakan tantangan baru berupa polarisasi sosial. Media sosial kerap menjadi ruang tumbuhnya eksklusivisme, di mana individu atau kelompok merasa lebih benar dibandingkan yang lain. Melalui kegiatan PKM ini, mahasiswa UBSI kampus Karawang berupaya memberikan solusi edukatif dengan menjadikan Pancasila sebagai pedoman etika digital.
Baca juga: UBSI Karawang Tawarkan “Beasiswa Kuliah” Lewat Prodi Unggulan, Jadi Solusi Pendidikan Terjangkau
Materi disampaikan secara interaktif kepada siswa kelas X-6 dan X-9 SMAN 5 Karawang. Para mahasiswa memadukan teori, simulasi kasus nyata di media sosial, serta diskusi terbuka mengenai penerapan nilai-nilai setiap sila dalam kehidupan digital sehari-hari.
“Kami ingin agar para siswa memahami bahwa bersikap sopan, tidak menyebar kebencian, dan menghargai perbedaan di media sosial adalah wujud nyata dari pengamalan Pancasila,” jelas Affie Faturrachman, salah satu anggota tim.
Sesi pembelajaran ini juga diselingi dengan kuis dan permainan edukatif, yang membuat suasana kelas semakin hidup. Para siswa tampak antusias menjawab pertanyaan dan berbagi pengalaman mereka terkait perilaku di dunia maya.
Pihak sekolah menyambut baik kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa UBSI kampus Karawang tersebut. Kepala Sekolah SMAN 5 Karawang, Arif Rahman, menilai kegiatan ini sangat relevan dengan kondisi sosial saat ini, di mana siswa perlu dibekali dengan pemahaman etika dalam bermedia digital.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena tidak hanya menambah wawasan siswa tentang Pancasila, tetapi juga membangun kesadaran moral di era media sosial yang penuh tantangan,” ujarnya.
Dalam sesi diskusi, beberapa siswa mengaku baru menyadari bahwa nilai-nilai Pancasila memiliki keterkaitan erat dengan perilaku mereka di internet. Salah satu siswa, Rafa, menyampaikan:
“Kami sering menggunakan media sosial tanpa berpikir dampaknya. Setelah mengikuti kegiatan ini, saya jadi tahu bahwa menghormati orang lain di dunia maya juga bagian dari menjalankan nilai Pancasila.” ungkapnya.
Pendekatan yang digunakan mahasiswa UBSI kampus Karawang tidak bersifat satu arah. Mereka menekankan prinsip learning by doing dengan mengajak siswa memecahkan kasus nyata seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, hingga perundungan siber. Melalui contoh-contoh tersebut, siswa diajak menilai perilaku yang sesuai dengan sila-sila Pancasila.
Selain itu, para mahasiswa juga menekankan pentingnya sikap gotong royong digital, seperti saling membantu, mendukung konten positif, serta melaporkan konten negatif di dunia maya.
“Gotong royong bukan hanya di lingkungan fisik, tapi juga bisa kita wujudkan di ruang digital,” jelas Haechal Dandy Nur Fadly.
Baca juga: Testimoni Penerima BJU 2024 Warnai Indonesia Cerdas Fest 2025 di UBSI Kampus Karawang
Untuk menambah daya tarik, kegiatan ini diakhiri dengan pembuatan video pendek bertema “Bijak Bermedia Sosial dengan Nilai Pancasila,” yang diunggah di akun resmi sekolah sebagai bentuk kampanye digital positif.
Kegiatan PKM yang dilaksanakan mahasiswa UBSI kampus Karawang ini memberikan dampak positif baik bagi siswa maupun bagi para mahasiswa sendiri. Bagi siswa, kegiatan ini menumbuhkan pemahaman bahwa nilai-nilai Pancasila dapat menjadi pegangan dalam setiap tindakan, termasuk di dunia maya. Sedangkan bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi ajang untuk mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
“Melalui kegiatan ini kami belajar banyak tentang bagaimana menyampaikan nilai-nilai bangsa dengan cara yang relevan bagi generasi muda. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut,” tutur Husni Mubarok, anggota tim PKM.
Kegiatan tersebut menegaskan komitmen UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter, beretika, dan berjiwa kebangsaan.
Dengan menanamkan nilai-nilai Pancasila sejak dini, mahasiswa UBSI kampus Karawang membuktikan bahwa semangat kebangsaan tetap relevan di era digital, yang dapat menjadi panduan moral dalam menciptakan masyarakat yang inklusif, beradab, dan cerdas bermedia sosial.(Dina Olivia)