Ubah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi, UBSI Berdayakan Komunitas Perempuan Marunda

0 5

BSINews, Jakarta – Limbah rumah tangga dapat menjadi persoalan lingkungan sekaligus peluang ekonomi apabila dikelola dengan tepat. Melihat potensi tersebut, tim dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Sosialisasi Komunikasi Lingkungan dan Pelatihan Pengelolaan Limbah Minyak Jelantah pada Komunitas Perempuan di RPTRA Marunda” di RPTRA Marunda, Jakarta Utara, pada Sabtu (25/7).

Ubah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi, UBSI Berdayakan Komunitas Perempuan Marunda

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya UBSI dalam meningkatkan literasi lingkungan sekaligus membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebanyak 20 peserta mengikuti kegiatan yang terdiri atas empat dosen UBSI, tiga mahasiswa, serta 13 anggota Komunitas Perempuan RPTRA Marunda sebagai mitra pengabdian.

Tim pelaksana kegiatan terdiri atas Putri Ramadaniar, Lathiefah Widuri Retyaningtyas, Gema Ramadhan Bastari, dan Muhamad Lukman Arifianto. Sementara itu, tiga mahasiswa yang turut terlibat dalam kegiatan tersebut yakni Raden Roro Dinda Siti Rizkya Noegroho, Anggita Tri Hapsari, dan Muhammad Varicello Nagradaputra.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pentingnya komunikasi lingkungan dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah domestik. Peserta diberikan pemahaman mengenai dampak pembuangan minyak jelantah secara sembarangan yang dapat mencemari lingkungan, mengganggu saluran air, serta menimbulkan persoalan sanitasi di kawasan permukiman.

Melalui sesi diskusi, peserta diajak memahami bahwa perubahan sederhana dalam kebiasaan mengelola limbah rumah tangga dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan. Minyak jelantah yang selama ini dianggap sebagai limbah juga dapat dimanfaatkan kembali melalui proses pengolahan yang tepat.

Setelah sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan praktik mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Peserta diperkenalkan pada tahapan pengolahan, mulai dari penyaringan minyak, pencampuran bahan, hingga proses pencetakan lilin.

Praktik tersebut memberikan pengalaman langsung kepada peserta untuk mengubah limbah rumah tangga menjadi produk kreatif yang memiliki nilai guna dan potensi ekonomi. Selain membantu mengurangi limbah, keterampilan tersebut diharapkan dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif berbasis rumah tangga maupun komunitas.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif mengikuti setiap tahapan praktik, berdiskusi mengenai pengalaman mengelola limbah rumah tangga, serta mencoba secara langsung proses pembuatan lilin aromaterapi.

Perwakilan Komunitas Perempuan RPTRA Marunda, Yeni, mengapresiasi kegiatan tersebut karena memberikan pengetahuan baru yang dapat langsung diterapkan.

“Selama ini kami hanya tahu minyak jelantah itu dibuang atau dikumpulkan begitu saja. Dari sosialisasi ini, kami jadi tahu bahwa minyak jelantah bisa diolah menjadi lilin aromaterapi yang memiliki manfaat dan nilai ekonomi. Pengetahuan ini berguna karena bisa kami praktikkan di rumah, lingkungan menjadi lebih bersih, dan kalau dikembangkan bisa menambah penghasilan komunitas,” ujar Yeni dalam keterangan rilis yang diterima di Jakarta Sabtu (25/7).

Baca Juga : Berawal dari Bangku Kuliah, Alumni UBSI Kampus Solo Kini Sukses Kelola Data Pendidikan Sebagai Operator Dapodik

Ketua tim pelaksana mengatakan bahwa kegiatan PkM tersebut merupakan bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus upaya memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga perlu menghadirkan solusi yang kontekstual, aplikatif, dan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, UBSI berharap keterampilan pengolahan minyak jelantah dapat terus dikembangkan oleh Komunitas Perempuan RPTRA Marunda. Pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomi juga diharapkan dapat menjadi langkah sederhana dalam menerapkan konsep ekonomi sirkular sekaligus membangun budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat.

Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI terus berkomitmen menghadirkan berbagai kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang memberikan manfaat nyata, sekaligus mendorong masyarakat untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan potensi lokal secara berkelanjutan. (Safika)

Leave A Reply

Your email address will not be published.