UBSI Ajak Siswa MI Assa’adiyah Cegah Bullying Lewat Edukasi Empati Interaktif

0 30

BSINews, Jakarta Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) oleh Kelompok 10 Pendidikan Pancasila kelas 44.1A.01 di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Assa’adiyah Attahiriyah pada Kamis (23/10). Kegiatan ini dirancang untuk menanamkan pemahaman tentang empati dan bahaya bullying kepada siswa kelas 5 melalui pendekatan edukatif dan interaktif.

Suasana kelas sejak awal kegiatan terasa hidup. Sebanyak 60 siswa mengikuti rangkaian aktivitas seperti ice breaking, pemutaran video edukatif mengenai bullying, hingga permainan kelompok yang bertujuan membangun kesadaran emosional dan rasa saling menghargai. Pendekatan ini dilakukan agar materi yang disampaikan dapat dipahami dengan cara yang menyenangkan.

UBSI Ajak Siswa MI Assa’adiyah Cegah Bullying Lewat Edukasi Empati Interaktif

Ketua kegiatan, Kania Aulia Jatmiko, menjelaskan bahwa program ini dibuat untuk menumbuhkan pemahaman anak sejak dini tentang dampak buruk perundungan.
“Anak-anak perlu tahu bahwa bullying bukan sesuatu yang bisa dianggap biasa. Apa yang dianggap bercanda bisa melukai perasaan orang lain tanpa mereka sadari,” ujarnya.

Selain memberikan pemahaman dasar mengenai bullying, mahasiswa UBSI juga mengajak siswa mempraktikkan sikap empati melalui sesi Empati dalam Aksi. Pada bagian ini, siswa menuliskan pesan dukungan dan kebaikan di kertas warna-warni, kemudian menempelkannya pada papan bertema Sekolah Bebas Bullying. Aktivitas ini berhasil membuat siswa lebih terbuka dalam mengekspresikan perasaan dan kepedulian.

Salah satu anggota kelompok, Amanda Lubna Safira, menambahkan bahwa anak-anak membutuhkan lingkungan yang suportif agar mereka tumbuh dengan karakter yang baik.
“Kami ingin mereka belajar bahwa menjadi teman yang baik itu sederhana, cukup dimulai dari saling menghargai dan berani menolak tindakan bullying,” tuturnya.

Baca juga: UBSI Edukasi Nilai Berbagi dan Kepedulian Sosial di SD Kartini Tangerang

Guru-guru MI Assa’adiyah Attahiriyah mengapresiasi kegiatan ini karena membantu siswa memahami nilai kemanusiaan, sesuai dengan Sila Kedua Pancasila: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Melalui metode yang kreatif, siswa dapat menerima pesan moral dengan lebih mudah.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya sekolah yang aman, ramah, dan bebas bullying. Melalui PKM ini, mahasiswa UBSI turut berkontribusi membentuk generasi muda yang berempati, saling menghormati, serta mampu menjaga hubungan sosial yang sehat di lingkungannya.(Niken)

Leave A Reply

Your email address will not be published.