UBSI Edukasi Santri TPQ Darul Hikmah soal Media Sosial, Dari Scroll Tanpa Arah Jadi Ruang Berkarya dan Berdakwah

0 9

BSINews, Depok – Di zaman sekarang, media sosial sudah seperti ruang kedua bagi banyak orang. Bangun tidur cek notifikasi, sebelum tidur masih sempat scroll “lima menit” yang ujung-ujungnya jadi satu jam. Masalahnya, tidak semua orang benar-benar diajarkan bagaimana menggunakan media sosial dengan bijak.

Berangkat dari keresahan itu, sekumpulan dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar kegiatan Pengabdian Masyarakat di TPQ Darul Hikmah, Cinere, Depok, pada Minggu, 19 April 2026.

Baca juga: UMKM Naik Kelas! UBSI Latih Koperasi Yasmin Maksimalkan Media Sosial untuk Penjualan

Bertempat di Jl. H. Terin RT 006/03 No. 31, Kelurahan Pangkalan Jati Baru, kegiatan ini mengusung tema “Penyuluhan Manajemen Media Sosial pada Santri di TPQ Darul Hikmah”. Kegiatan dipimpin langsung oleh Ketua TPQ Darul Hikmah, Asip Abdul Ghaffar serta dipandu Ketua Pelaksana dari Program Studi Manajemen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Dr Hendra Kurniawan.

Turut terlibat dalam kegiatan ini Taat Kuspriyono, Rizkiana Karmelia Shaura, dan Yandri Ahmad Rifandi bersama sejumlah mahasiswa yang ikut mendampingi jalannya pelatihan.

Tema media sosial dipilih bukan tanpa alasan. Hari ini, santri pun hidup berdampingan dengan dunia digital. Mereka tumbuh di era ketika dakwah bisa hadir lewat video pendek, edukasi tersebar lewat konten, dan opini bisa bergerak lebih cepat daripada klarifikasi.

Karena itu, memahami media sosial tidak cukup hanya sebatas bisa memakai. Harus ada kesadaran tentang etika, tanggung jawab, dan bagaimana platform digital bisa digunakan untuk hal yang lebih bermanfaat.

Dalam kegiatan ini, para santri mendapatkan pembekalan mengenai strategi dasar pengelolaan media sosial, etika digital, hingga pemanfaatan platform sebagai sarana dakwah dan pengembangan diri.

Materi disampaikan dengan pendekatan yang santai dan interaktif. Tidak terlalu formal, tapi tetap mengena. Para peserta diajak memahami bahwa media sosial bukan hanya tempat hiburan, tetapi juga ruang untuk membangun citra diri, menyebarkan nilai positif, dan berkarya.

Dr Hendra menjelaskan bahwa generasi muda perlu dibekali kemampuan literasi digital sejak dini agar tidak sekadar menjadi pengguna, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi secara produktif.

“Kami ingin para santri memahami bahwa media sosial bisa menjadi sarana yang positif jika digunakan dengan bijak. Bukan hanya untuk hiburan, tetapi juga untuk belajar, berdakwah, dan mengembangkan potensi diri,” ujar Dr Hendra, Minggu (19/4).

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Sesi diskusi dan tanya jawab berjalan aktif, bahkan beberapa santri mulai bertanya tentang cara membuat konten yang menarik namun tetap memiliki nilai edukatif. Ada sesuatu yang menarik ketika melihat santri berbicara tentang algoritma, konten, dan etika digital dalam satu ruang yang sama.

Karena ternyata, dunia pesantren dan dunia digital tidak harus saling menjauh. Keduanya bisa berjalan beriringan. Melalui kegiatan ini, UBSI kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Baca juga: Makin Jago Jualan Online! UBSI Bekali Fatayat NU Skill Promosi di Media Sosial

Namun lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi pengingat sederhana: bahwa di tengah derasnya arus informasi hari ini, kemampuan paling penting bukan hanya cepat mengakses, tetapi juga bijak dalam menggunakan.

Sebab satu unggahan bisa menjadi jejak. Dan kadang, dari satu konten sederhana, seseorang bisa menyebarkan manfaat yang jauh lebih besar daripada yang ia kira.

Leave A Reply

Your email address will not be published.