UBSI Hadir Perkuat Tata Kelola UMKM Baduy demi Ekonomi Lokal Berkelanjutan

0 4

BSINews, BantenUniversitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif melalui Program Studi Perhotelan dan Program Studi Pariwisata, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk Penguatan Tata Kelola Usaha Pelaku UMKM Komunitas Adat Baduy di Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, pada Kamis (2/7) hingga Jumat (3/7). Kegiatan ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis kearifan lokal sekaligus mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Kegiatan dipimpin oleh Gilang Fahreza selaku Ketua Tim Pengabdian Masyarakat bersama Dyah Mustika Wardani, Nova Yudha Andriansyah Putra, dan Lilik Edi Saputro. Program ini terlaksana melalui kerja sama dengan Pemerintah Desa Kanekes dan Komunitas Adat Baduy sebagai mitra pengabdian. Sinergi tersebut menjadi langkah nyata dalam memperkuat kapasitas pelaku UMKM agar mampu berkembang tanpa menghilangkan identitas budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Melalui program pengabdian, pelaku UMKM dibekali keterampilan mengelola usaha, pemasaran, dan pelayanan tanpa menghilangkan identitas budaya.

Komunitas Adat Baduy dikenal sebagai salah satu destinasi wisata budaya yang memiliki beragam produk unggulan, seperti kain tenun khas Baduy, kerajinan tangan, aksesori tradisional, hingga produk berbasis sumber daya alam lokal. Potensi tersebut memiliki nilai ekonomi yang besar, namun masih memerlukan penguatan dalam aspek tata kelola usaha agar mampu meningkatkan daya saing sekaligus menjaga nilai-nilai adat yang menjadi ciri khas masyarakat Baduy.

Melalui kegiatan ini, tim dosen memberikan pelatihan dan pendampingan mengenai penyusunan perencanaan bisnis, pencatatan keuangan sederhana, pengelolaan operasional usaha, peningkatan kualitas pelayanan, strategi pemasaran, hingga pengembangan usaha berbasis potensi lokal. Pendekatan partisipatif diterapkan agar peserta dapat berdiskusi secara aktif serta memperoleh solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan usahanya.

Baca juga: Bekali Masa Depan Mahasiswa, UBSI Ikut Sosialisasi Penguatan Karier KIP Kuliah

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Gilang Fahreza, menjelaskan bahwa penguatan tata kelola usaha menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing UMKM di tengah perkembangan sektor pariwisata.

“Melalui kegiatan ini kami berharap para pelaku UMKM Komunitas Adat Baduy mampu mengelola usahanya secara lebih profesional, meningkatkan kualitas produk dan pelayanan, serta memperluas peluang pemasaran tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang menjadi identitas masyarakat Baduy,” ujarnya dalam keterangan rilis Jumat (3/7).

Baca juga: CV Berkualitas, Peluang Karier Meningkat: HIMSI UBSI Kampus Tegal Gelar Seminar Inspiratif

Apresiasi juga disampaikan Sekretaris Desa Kanekes, H. Medi Marsinun. Menurutnya, kegiatan pendampingan yang dilakukan oleh sivitas akademika UBSI memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam meningkatkan kemampuan mengelola usaha sekaligus memperkuat potensi ekonomi desa.

“Kami menyambut baik kegiatan ini karena memberikan pengetahuan dan wawasan baru kepada para pelaku UMKM di Desa Kanekes. Pendampingan seperti ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola usaha secara lebih baik, sekaligus tetap menjaga kelestarian budaya Baduy sebagai aset yang sangat berharga,” ungkapnya.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat adat diharapkan mampu menciptakan sinergi dalam pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan. Selain meningkatkan kapasitas pelaku UMKM, kegiatan ini juga menjadi media pertukaran pengetahuan antara dunia akademik dan masyarakat dalam mengembangkan usaha berbasis budaya dan pariwisata.

Di akhir kegiatan, Gilang Fahreza berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus berlanjut melalui berbagai program pemberdayaan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut melalui berbagai program pendampingan dan pemberdayaan masyarakat. Dengan begitu, pelaku UMKM Baduy semakin mandiri, memiliki daya saing yang lebih baik, sekaligus mampu menjaga kelestarian budaya sebagai warisan bangsa yang bernilai tinggi,” tutupnya.(Niken)

Leave A Reply

Your email address will not be published.