Obrolan Seputar Program Studi SI (OPSI) Kuliah Daring Yang Enggak ‘Garing’

0 228

Jakarta Bsi-News

Sejak bulan maret 2020, wabah pandemi akibat penyebaran virus Corona (Covid-19) mulai menyebabkan beragam kepanikan, salah satunya di ranah pendidikan. Untuk itu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Bapak Nadiem Makarim mengatakan, pembelajaran di tingkat pendidikan dasar hingga perguruan tinggi wajib dilaksanakan secara daring, lebih lanjut dalam memasuki tahun ajaran/ tahun akademik baru bagi perguruan tinggi tetap dilaksanakan secara daring karena menurut Pak Nadiem, perguruan tinggi memiliki potensi lebih mudah dan lebih baik dalam mengadopsi pembelajaran jarak jauh ketimbang pendidikan menengah atau dasar.

Esensinya pembelajaran/ perkuliah, baik secara tatap muka di kelas maupun dilakukan secara daring, adalah dialog. Dan dalam pembelajaran daring dialog dengan metode (methods) dan alat (tools) apapun perlu mendapat perhatian yang lebih melihat dari budaya dari dosen dan mahasiswa pada perguruan tinggi tersebut.

Ada empat jenis pemanfaatan media komunikasi dalam pembelajaran dilihat berdasarkan proporsi daringnya, yaitu, Pembelajaran yang sepenuhnya tatap muka, melalui pembelajaran dengan bahan ajar cetak atau lisan, Web-enhaced (pembelajaran yang diperkaya dengan akses internet), yaitu jenis kuliah yang 1-30% dilakukan daring. Umumnya memakai teknologi internet untuk memfasilitasi pola tatap muka, mungkin menggunakan learning management system (LMS) atau situs internet untuk memposkan bahan ajar dan tugas, Blended/hybrid learning yang mengkombinasikan cara daring dan tatap muka. Ada pengurangan frekuensi tatap muka, dan ada proporsi pengantar bahan ajar yang daring, biasanya dilengkapi dengan diskusi daring yang biasanya jumlah pertemuan sekitar 30-79%., Fully learning yang mayoritas atau seluruh bahan ajar diantarkan secara daring, bahkan bisa jadi tanpa porsi tatap muka sama sekali. Lebih dari 80 persen kuliah dilakukan secara daring.

Dalam menghadapi tantangan kebutuhan pembelajaran daring selama masa pandemi ini Universitas Bina Sarana Informatika sebagai Perguruan Tinggi yang sudah memiliki infrastruktur dengan pemanfaatan media komunikasi jenis 1-3, akan lebih mudah ketika harus menggunakan pembelajaran jenis 4 (Fully learning) pada masa  pandemi ini. Dan untuk Program Studi Sistem Informasi UBSI yang juga sudah mempersiapkan kurikulumnya untuk pembelajaran jenis 1-3 juga sama, ketika perkuliahan daring harus dilaksanakan, maka format perkuliahan dengan memanfaatkan teknologi informasi berbasis internet ini sudah menjadi menjadi hal biasa baik bagi dosen dan mahasiswanya. Karena cukup menambah porsi pertemuan daringnya, atau mengganti sesi tatap muka di kelas menjadi pertemuan daring di internet dan penambahan konten bahan ajar berbasis gambar dan video yang lebih menarik sehingga tidak menimbulkan rasa kebosanan dalam pembelajaran.  (OPSI #1-Obrolan Seputar Prodi SI UBSI)

Leave A Reply

Your email address will not be published.