Sukabumi Bsi-News

Tidak takut dan ingin mencoba hal baru, kiranya uangkapan ini yang cocok untuk Angga Pradya, seorang Alumni UBSI. Sebelum memulai bisnis di bidang suplier,  Angga Pradya merupakan karyawan di salah satu bank milik BUMN. Namun ia memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya dan mendirikan perusahaannya sendiri, yakni CV. Putera Hijrah Bersama.

“Saya mendirikan CV. Putera Hijrah Bersama itu dari tahun 2008 sampai sekarang. Sebelumnya saya seorang karyawan di salah satu bank BUMN sebagai Mikro Kredit Sales,” katanya dalam keterangan pers, Kamis (24/12).

Ia mengaku, bahwa bisnis supliernya ini sudah berjalan saat ia masih berstatus mahasiswa di UBSI Kampus Sukabumi.

“Awalnya saya mendengar cerita dari salah satu nasabah saya, pemilik resto Kari Am Jalur. Waktu itu restonya kesulitan nyari pasokan bahan. Dari situ dapat ide dan alhamdulillah Resto Kari Am Jalur menjadi mitra pertama dan sekarang sudah punya 6 mitra suplier tetap,” tambahnya.

Pada tahun 2019, bisnisnya semakim berkembang dan Angga pun memutuskan untuk resign dan fokus ke pengembangan bisnisnya. Bisnis suplier dipilihnya juga karena tidak memerlukan kios ataupun ruko untuk tempat usahanya. Sementara itu, alasannya menjadi pengusaha karena ia ingin punya banyak waktu dengan keluarga dan memang sudah menjadi cita-cita nya dari kecil.

“Yang membuat saya terdorong adalah ingin keberkahan untuk mencari rizki, banyak waktu bersama keluarga dan saya ingin menjadi orang sukses dari usaha saya sebagai suplier perumahan, catering, resto, dan perusahaan,” paparnya.

Angga merupakan lulusan D3 UBSI Kampus Sukabumi Program studi (prodi) Managemen Informatika (sekarang berubah menjadi prodi Sistem Informasi) tahun 2008, dan melanjutkan studi S1 nya ke STMIK Nusa Mandiri.

Saat ini, dalam sebulan Angga bisa meraup omset Rp. 50 juta per bulan dengan menyediakan macam-macam kebutuhan rumah tangga, restoran, catering dan perusahaan. “Saya kuliah di UBSI, karena ada lembaga BEC (BSI Entrepreneur Center). Disana saya diajari bagaimana cara menjadi seorang pengusaha,” papar Angga.

Fuad Nur Hasan, ketua BEC UBSI menjelaskan, BEC merupakan lembaga yang mencetak wirausaha muda bagi mahasiswa UBSI. Ia pun turut mengomentari kesuksesan Angga sebagai alumni UBSI.

“Angga merupakan salah satu alumni UBSI yang berhasil menjadi pengusaha muda bahkan sebelum wisuda. BEC bangga akan keberhasilan mahasiswa dalam menekuni dunia usaha. Semoga kisah inspiratif dari Angga ini bisa memotivasi mahasiswa lainnya agar terus semangat dalam memulai atau membangun usahanya, saat masih kuliah,” jelas Fuad.

Fuad menambahkan, BEC mempunyai motto “jadi pengusaha sebelum wisuda”. Sudah banyak dari mahasiswa UBSI yang menjadi pengusaha sebelum wisuda. Ada banyak kegiatan yang digelar BEC, antara lain seminar, pelatihan, mentoring serta bursa kewirausahaan.