Wow! Dosen Universitas BSI Sulap Rempah Nusantara Jadi Mocktail di Kampung Adat Cireundeu

0 167

BSINews, Bandung — Dosen Universitas BSI BSI (Bina Sarana Informatika) sukses mengadakan pelatihan bertajuk “Eksplorasi Mocktail dengan Sentuhan Rempah Nusantara” bagi warga Kampung Adat Cireundeu, Bandung. Kegiatan yang digelar pada Sabtu (13/7/2024) ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk memperkenalkan serta mengembangkan potensi lokal melalui inovasi kuliner.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini diikuti oleh 20 orang peserta dari masyarakat Kampung Adat Cireundeu. Mereka mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung dari para ahli di bidang kuliner yang berpengalaman, termasuk para dosen dari program studi Perhotelan Universitas BSI.

Kaprodi Perhotelan Universitas BSI, Dyah Mustika Wardani dalam sambutannya menyampaikan pentingnya inovasi kuliner dalam melestarikan budaya lokal.

“Dengan menggunakan rempah-rempah nusantara, kita bisa menciptakan minuman yang unik dan berdaya saing tinggi. Selain itu, ini juga merupakan upaya untuk melestarikan warisan budaya Indonesia,” ujar Dyah.

Baca juga : Petani Lele ‘Melek Teknologi’, Pelatihan PowerPoint Bikin Promosi Jadi Keren

Lilik Edi Saputra selaku narasumber memaparkan teknik pembuatan mocktail. Menurutnya, pembuatan eksplorasi minuman mocktail dengan sentuhan rempah nusantara menggunakan dua teknik yakni teknik layering dan teknik shaking.

“Mocktail adalah aneka minuman ringan tetapi tidak beralkohol yang biasa diminum setelah makan. Bisa bersoda atau tidak, dan rata-rata mengusung rasa yang manis. Hampir semua bahan bisa dijadikan mocktail, dari yang berat seperti es krim atau buah-buahan, hingga sayur-sayuran, semuanya dapat dijadikan bahan dasar pembuatan mocktail asalkan tahu bagaimana memadukannya dengan cairan lain seperti sirup atau soda,” jelas Lilik.

Dosen Universitas BSI Sulap Rempah Nusantara Jadi Mocktail

Ia menjelaskan Mocktail hampir sama dengan cocktail; yang membedakan adalah mocktail adalah jenis minuman non-alkohol yang dibuat dengan campuran jus buah dan minuman ringan lainnya. Mocktail memiliki cita rasa manis dan menyegarkan karena menggunakan sirup dan sari buah sebagai bahan utamanya.

“Sedangkan cocktail adalah jenis minuman yang mengandung alkohol sebagai bahan dasarnya. Kandungan alkohol yang terdapat di dalam cocktail membuatnya terasa lebih pahit atau asam,” jelasnya.

Teknik layering lanjutnya, digunakan untuk membuat minuman tampak berlapis-lapis dengan perbedaan warna yang terlihat jelas, atau bisa disebut juga dengan efek pelangi. Untuk melakukannya dibutuhkan ketelitian dan kesabaran tingkat tinggi. Salah satu aturan saat melakukan teknik ini adalah dengan meletakkan spirits berkadar alkohol rendah di bawah spirits berkadar alkohol tinggi.

Baca juga : Universitas BSI Kampus Tasikmalaya Berikan Pelatihan Aplikasi Stunting di Kecamatan Jamanis Kabupaten Tasikmalaya

“Sedangkan teknik shaking, yang paling umum digunakan oleh bartender, dilakukan dengan menuangkan bahan-bahan minuman dan es ke dalam shaker untuk kemudian dikocok hingga tercampur. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat menggunakan teknik ini, yaitu penggunaan es yang masih fresh, shake dengan sempurna, dan jangan pernah mengarahkan shaker ke arah pengunjung untuk menghindari risiko jika tanpa sengaja shaker terlepas dari tangan,” imbuhnya.

Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan baru bagi masyarakat Kampung Adat Cireundeu, serta membantu mereka dalam mengembangkan inovasi kuliner berbasis rempah-rempah nusantara. (LAG)

Leave A Reply

Your email address will not be published.