Mahasiswa Bisa Publikasi Jurnal? Dosen UBSI: Justru Harus!
BSINews — Dunia akademik bukan hanya milik dosen dan peneliti senior. Kini, mahasiswa pun bisa berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan melalui penelitian dan publikasi karya ilmiah dalam bentuk paper jurnal. Bahkan, kolaborasi antar mahasiswa atau bersama dosen menjadi salah satu cara terbaik untuk meningkatkan kualitas dan validitas karya.
Mahasiswa Bisa Publikasi Jurnal?
Bambang Kelana Simpony, Dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Tasikmalaya, menjelaskan bahwa publikasi jurnal bukan lagi hal eksklusif. Mahasiswa sudah bisa berkontribusi sejak dini, terutama jika topik yang mereka angkat berasal dari tugas akhir, proyek kampus, atau hasil magang.
“Menulis paper jurnal bukan hal yang menakutkan. Justru itu cara mahasiswa melatih berpikir ilmiah dan menunjukkan bahwa mereka punya pemikiran yang layak disebarluaskan,” jelas Bambang.
Menurutnya, banyak mahasiswa yang memiliki ide segar, bahkan solusi teknologi yang aplikatif. Namun, sayangnya belum banyak yang diarahkan untuk menuangkan idenya ke dalam bentuk artikel ilmiah yang bisa dibaca secara luas.
UBSI kampus Tasikmalaya sendiri telah membuka berbagai peluang agar mahasiswa dapat belajar menulis, menyusun metodologi, hingga mempublikasikan paper di jurnal. Kolaborasi mahasiswa dengan dosen juga sangat didukung, terutama dalam pengembangan topik, penguatan literatur, dan tata tulis ilmiah.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya konsumtif terhadap literatur, tapi juga jadi produsen pengetahuan. Mulai dari hal sederhana, seperti studi kasus teknologi di kampung halaman, atau riset kecil tentang perilaku digital,” ujar Bambang.
Baca juga: Mahasiswa Wajib Tahu! Dosen UBSI Tekankan Pentingnya HAKI untuk Aplikasi Buatan Sendiri
Kampus dengan biaya kuliah terjangkau ini juga memiliki komitmen kuat dalam membangun budaya akademik yang progresif dan aplikatif. Melalui diskusi antar mahasiswa, dan bimbingan publikasi, UBSI kampus Tasikmalaya mendorong semua mahasiswanya untuk tidak ragu mengembangkan diri lewat jalur ilmiah.
“Publikasi bukan soal gelar, tapi soal kontribusi. Kalau mahasiswa berani mencoba, mereka akan kaget sendiri melihat betapa berharganya ide mereka jika dituangkan secara ilmiah,” tutup Bambang.(Tiara Sari)