Penguatan Karakter Pelajar SMPN 1 Karawang Barat lewat Edukasi Pancasila Interaktif
BSINews, Karawang – Mahasiswa Program Studi (Prodi) Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Karawang melaksanakan sosialisasi dengan mengusung tema “Menanamkan Nilai Pancasila: Gotong Royong di Sekolah” sebagai upaya menanamkan nilai gotong royong kepada 42 siswa kelas VII J melalui pendekatan edukasi yang interaktif dan relevan. Kegiatan yang menjadi bagian dari program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) tersebut digelar di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Karawang Barat pada Rabu (29/10).
Kegiatan tersebut berfokus pada upaya menguatkan kembali pemahaman nilai kebangsaan di tengah tantangan era digital yang kian mempengaruhi perilaku generasi muda. Melalui metode edukasi yang dirancang menarik, para mahasiswa berusaha menjembatani kebutuhan pembelajaran karakter secara lebih dekat dengan pengalaman siswa.
Edukasi Interaktif untuk Menanamkan Nilai Pancasila
Kelompok mahasiswa yang dipimpin oleh Siti Pauzyiah bersama Chintia Nurul Qolbi, Iqbal Faturrahman, Ali Ghufron, dan Haidar Ammar Arhab menyampaikan materi dengan cara yang komunikatif. Penyampaian dilakukan melalui presentasi ringan, diskusi singkat, kuis, serta permainan edukatif yang menekankan kerja sama.
Siti Pauzyiah menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi menurunnya ketertarikan siswa terhadap nilai kebangsaan ketika hanya diposisikan sebagai hafalan semata.
“Banyak siswa hanya mengenal Pancasila sebagai hafalan. Padahal nilai-nilainya sangat relevan untuk kehidupan sosial mereka. Gotong royong adalah fondasi solidaritas dan kepedulian sosial,” ucapnya dalam keterangan rilis, Kamis (30/10).
Baca juga: UBSI Kampus Karawang Dampingi UMKM Beralih ke Pembukuan Digital
Selain itu, para mahasiswa juga menekankan penerapan gotong royong dalam kehidupan sekolah, seperti membersihkan kelas secara bersama, membantu teman yang mengalami kesulitan belajar, hingga berpartisipasi dalam kegiatan sosial sederhana.
Seorang fasilitator menambahkan bahwa keterlibatan langsung menjadi kunci keberhasilan metode ini.
“Kami ingin anak-anak tidak sekadar mendengar penjelasan, tetapi juga terlibat langsung, berpikir, dan bekerja sama.” ujarnya.
Gotong Royong sebagai Bekal Empati dan Solidaritas
Abdul Karim selaku Kepala SMPN 1 Karawang Barat, mengapresiasi kegiatan yang digelar mahasiswa UBSI kampus Karawang. Ia menilai pendekatan interaktif membuat siswa merasa lebih nyaman dan antusias.
“Anak-anak terlihat sangat antusias. Ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter bisa disampaikan dengan cara yang menyenangkan dan tidak membosankan,” ujarnya.
Meskipun demikian, pendidikan karakter tetap membutuhkan metode yang aplikatif agar nilai-nilai Pancasila dapat dipahami secara mendalam. Sejumlah kajian pendidikan menekankan bahwa gotong royong merupakan bentuk pengamalan penting dari sila ketiga Pancasila yang perlu diperkenalkan sejak usia sekolah. Nilai tersebut melatih empati, kepedulian, dan rasa tanggung jawab sosial sebagai modal utama membangun masyarakat yang harmonis.
Mahasiswa UBSI kampus Karawang melalui program PKM berusaha menjawab kebutuhan itu dengan menghadirkan edukasi yang kontekstual, sederhana, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.
Interaksi yang Menguatkan Kebersamaan
Menjelang akhir kegiatan, suasana kelas semakin hangat. Para mahasiswa membagikan snack kepada seluruh peserta sebagai bentuk apresiasi. Siswa yang berhasil menjawab pertanyaan kuis serta memenangkan permainan edukatif juga mendapatkan hadiah perlengkapan sekolah, yang membuat mereka semakin termotivasi untuk aktif terlibat.
Baca juga: Rumah Kedua bagi Mahasiswa yang Tumbuh Bersama Komunitas Positif di UBSI Kampus Karawang
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama yang merekam semangat dan kebahagiaan peserta. Momen tersebut menjadi simbol bahwa nilai gotong royong dapat dihidupkan melalui interaksi sederhana yang bermakna.
Dengan pendekatan kreatif yang relevan dengan kebutuhan siswa, kegiatan PKM ini menunjukkan bahwa nilai Pancasila tetap penting dan sangat bisa diajarkan melalui metode yang inspiratif. UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif berupaya membangun karakter muda yang tidak hanya unggul dan adaptif, tetapi juga memiliki landasan moral dan empati yang kuat untuk menghadapi tantangan masa depan.(Dina Olivia)