Dosen UBSI: Jangan Terlalu Percaya Aplikasi, Cek Izin dan Sumber Sebelum Menginstal

0 15

BSINews, Tasikmalaya — Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, mahasiswa semakin bergantung pada berbagai aplikasi untuk menunjang aktivitas perkuliahan, komunikasi, hingga hiburan. Namun, di balik kemudahan tersebut, tersembunyi potensi risiko keamanan data yang kerap luput dari perhatian. Hal ini disampaikan oleh Dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Sebagai kampus Digital Kreatif, Bambang Kelana Simpony, yang mengingatkan mahasiswa agar lebih kritis sebelum menginstal aplikasi.

Dosen UBSI: Jangan Terlalu Percaya Aplikasi, Cek Izin dan Sumber Sebelum Menginstal

Menurut Bambang, banyak mahasiswa cenderung hanya melihat fungsi aplikasi tanpa memperhatikan aspek keamanan.

“Mahasiswa sering fokus pada kegunaan aplikasi, tetapi lupa mengecek siapa pengembangnya, izin apa saja yang diminta, serta dari mana aplikasi tersebut diunduh. Padahal, aplikasi bisa menjadi pintu masuk pencurian data pribadi,” ujarnya dalam keterangan rilis Rabu (7/1).

Ia menjelaskan, aplikasi yang diperoleh dari sumber tidak resmi atau di luar platform terpercaya berpotensi mengandung malware. Selain itu, tidak sedikit aplikasi meminta izin akses yang tidak relevan dengan fungsinya.

“Contohnya, aplikasi pengedit PDF tetapi meminta akses ke kamera atau daftar kontak. Tanpa disadari, data pengguna bisa dikumpulkan dan disalahgunakan,” tegasnya.

Sebagai upaya pencegahan, UBSI kampus Tasikmalaya terus mengintegrasikan literasi digital ke dalam proses pembelajaran. Mahasiswa tidak hanya diajarkan cara menggunakan teknologi, tetapi juga dibekali pemahaman kritis terkait keamanan dan tanggung jawab digital.

“BSI dikenal dengan biaya kuliah yang terjangkau, namun kami juga serius dalam pembinaan karakter digital mahasiswa. Kami ingin lulusan UBSI cakap teknologi sekaligus bijak menjaga data pribadinya,” tambah Bambang.

Baca Juga :  Anak Muda Lebih Cepat Menginstal Aplikasi Baru daripada Membaca Satu Bab Buku

Dalam berbagai kegiatan edukasi, mahasiswa diajak mengenali perbedaan aplikasi resmi dan palsu, membaca ulasan pengguna, serta memahami risiko yang muncul akibat pengabaian izin aplikasi.

“Semakin tinggi pemahaman terhadap teknologi, semakin kecil peluang kita menjadi korban kejahatan digital,” pungkasnya. (Sfkrhm)

Leave A Reply

Your email address will not be published.