Dosen Prodi Teknik Industri UBSI Edukasi Keselamatan Kerja di Majelis Nurul Fattah
BSINews, Tangerang Selatan – Tim dosen Program Studi (Prodi) Teknik Industri Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Penyuluhan dalam Peningkatan Kesadaran Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Majelis Quran dan Sholawat Nurul Fattah” di Serpong, Kota Tangerang Selatan, pada Minggu (8/2). Kegiatan ini diikuti lebih dari 20 peserta yang terdiri dari pengurus dan anggota majelis.
Program tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya penerapan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam berbagai aktivitas, termasuk kegiatan keagamaan.
Kegiatan dipimpin oleh Ade Suryanto, S.T., M.T. selaku ketua tim pengabdian, bersama anggota tim Destiani Putri, S.T., M.T., Girman Sihombing, S.T., M.T., dan Siti Nur Hamidah, S.T., M.T. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan di Majelis Quran dan Sholawat Nurul Fattah yang berlokasi di Jalan Muria RW Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten.
Ade menuturkan, kesadaran terhadap keselamatan perlu ditanamkan dalam setiap lingkungan, termasuk lingkungan sosial dan keagamaan yang selama ini dinilai relatif aman.
“Diharapkan dengan adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat memberikan kontribusi dalam membantu memberikan pemahaman yang lebih mendalam terkait langkah-langkah dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), khususnya di lingkungan Majelis Quran dan Sholawat Nurul Fattah. Kesadaran terhadap keselamatan merupakan hal yang penting untuk diterapkan dalam setiap aktivitas agar tercipta lingkungan yang aman, nyaman, dan produktif,” kata Ade dalam keterangan rilis, Senin (9/2).
Dalam pelaksanaannya, tim dosen menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif. Tahap awal dimulai dengan identifikasi kebutuhan dan koordinasi dengan pengurus Yayasan Qur’an Nurul Fattah, dilanjutkan dengan observasi lapangan serta identifikasi berbagai potensi risiko di lingkungan majelis.
Materi penyuluhan mencakup pemahaman dasar K3, potensi bahaya kebakaran, penggunaan instalasi listrik yang aman, penataan lingkungan, hingga kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat. Peserta juga mengikuti simulasi sederhana mengenai langkah-langkah keselamatan yang dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.
Selain penyuluhan, tim pengabdian memberikan pendampingan dalam penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) sederhana. SOP tersebut diharapkan menjadi panduan bagi pengurus dan anggota majelis dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman.
Untuk mengukur efektivitas program, tim menyebarkan kuesioner kepada peserta setelah kegiatan selesai. Hasil evaluasi menunjukkan respons yang sangat positif. Indikator manfaat kegiatan memperoleh penilaian “Sangat Setuju” tertinggi, disusul indikator peningkatan wawasan peserta terkait Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
Apresiasi juga datang dari perwakilan mitra, yakni Istri Ketua RW sekaligus Pengurus Majelis Quran dan Sholawat Nurul Fattah. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan pengetahuan baru yang dapat diterapkan secara langsung dalam aktivitas majelis.
“Dengan adanya kegiatan ini sangat bermanfaat sekali, sehingga khususnya anggota Majelis Nurul Fattah bisa lebih memahami pentingnya keselamatan dan mendapatkan ilmu baru dari kegiatan pengabdian masyarakat ini. Kami berharap ke depannya akan terus ada kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema-tema lain yang juga bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif mengikuti sesi diskusi, mengajukan pertanyaan, serta terlibat dalam simulasi yang diberikan oleh tim dosen. Interaksi tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk memahami aspek keselamatan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Dari Proposal ke Dampak Nyata, Peran Dosen dalam Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Melalui kegiatan ini, tim dosen Teknik Industri berharap budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja dapat semakin dipahami dan diterapkan di lingkungan masyarakat. Selain menciptakan lingkungan yang lebih aman, program ini juga menjadi jembatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun kualitas hidup yang lebih baik secara berkelanjutan.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama, penyerahan dokumentasi kegiatan, serta komitmen bersama antara tim dosen dan pengurus Majelis Quran dan Sholawat Nurul Fattah untuk terus menghadirkan program edukatif yang bermanfaat bagi masyarakat pada masa mendatang.