Mahasiswa UBSI Serahkan Aplikasi Sistem Informasi Inspeksi untuk Dukung Digitalisasi Industri Plastik di Jakarta Utara

0 9

BSINews, Jakarta — Aplikasi Sistem Informasi Inspeksi hasil penelitian berjudul “Digitalisasi Inspeksi Produk Plastic Tube Berbasis Web pada Pabrik Industri Plastik dengan Metode Extreme Programming” resmi diserahterimakan kepada manajemen pabrik industri plastik di Jalan Kapuk Kamal, Jakarta Utara, pada Jumat (26/6). Aplikasi ini dikembangkan oleh Irfan Maulana Bahtiar, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif, sebagai solusi digital untuk meningkatkan efektivitas dan akurasi proses inspeksi produk plastic tube.

Mahasiswa UBSI Serahkan Aplikasi Sistem Informasi Inspeksi untuk Dukung Digitalisasi Industri Plastik di Jakarta Utara

Pengembangan aplikasi ini dilatarbelakangi oleh proses inspeksi produk yang sebelumnya masih dilakukan secara manual, mulai dari pencatatan hasil inspeksi hingga penyusunan laporan. Kondisi tersebut dinilai berisiko menimbulkan kesalahan pencatatan, memperlambat proses pelaporan, serta menyulitkan pengelolaan data historis untuk kebutuhan evaluasi dan audit kualitas produk.

Sebagai solusi, Irfan mengembangkan Sistem Informasi Inspeksi berbasis web yang memungkinkan tim quality control mencatat hasil inspeksi secara digital, memantau data secara real-time, serta menghasilkan laporan secara otomatis tanpa perlu melakukan rekapitulasi manual.

Aplikasi ini dikembangkan menggunakan metode Extreme Programming (XP), yaitu pendekatan pengembangan perangkat lunak yang menekankan proses iterasi cepat dan kolaborasi intensif dengan pengguna. Melalui metode tersebut, fitur-fitur yang dibangun dapat disesuaikan secara langsung dengan kebutuhan operasional di lapangan.

Proses serah terima aplikasi dilaksanakan di lokasi pabrik dan dihadiri oleh Irfan Maulana Bahtiar bersama pihak manajemen perusahaan. Dalam kesempatan tersebut, turut dilakukan pemaparan fitur aplikasi serta pelatihan singkat kepada tim pabrik agar sistem dapat segera diimplementasikan secara optimal.

Irfan Maulana Bahtiar mengatakan bahwa pengembangan aplikasi ini dilakukan berdasarkan kebutuhan nyata yang dihadapi oleh perusahaan dalam proses inspeksi produk.

“Aplikasi ini dibangun dengan pendekatan yang berfokus pada kebutuhan nyata di lapangan. Melalui metode Extreme Programming, saya dapat bekerja sama secara intensif dengan pihak pabrik untuk memastikan setiap fitur yang dikembangkan benar-benar memberikan manfaat langsung dalam proses inspeksi produk plastic tube,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima di Jakarta Jum’at (26/6).

Baca Juga : Mahasiswa UBSI Serahkan Aplikasi SI-Pandawa untuk Dukung Digitalisasi Perguruan Pencak Silat Pandawa Nusantara

Dengan hadirnya Sistem Informasi Inspeksi ini, pabrik industri plastik di Jalan Kapuk Kamal diharapkan mampu meningkatkan efisiensi waktu inspeksi, menekan risiko kesalahan pencatatan, serta mempermudah akses data historis untuk kebutuhan analisis dan audit kualitas produk.

Implementasi sistem ini sekaligus menjadi bukti bahwa hasil penelitian mahasiswa tidak berhenti sebagai karya akademik, tetapi dapat diwujudkan menjadi inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi dunia industri. Sebagai kampus Digital Kreatif, UBSI terus mendorong mahasiswanya untuk menghasilkan karya inovatif dan aplikatif yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia kerja melalui pemanfaatan teknologi informasi. (Safika)

Leave A Reply

Your email address will not be published.