Mahasiswi MAPALA UBSI Kampus Bogor Turut Evakuasi Korban Sungai Cianten Leuwiliang, Wujud Nyata Kepedulian Mahasiswa

0 7

BSINews, BogorUniversitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Bogor kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Hal tersebut tercermin dari keterlibatan salah satu mahasiswi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) UBSI kampus Bogor yang turut ambil bagian dalam proses pencarian dan evakuasi korban di Sungai Cianten, Leuwiliang, Kabupaten Bogor pada Senin (8/6).

Mahasiswi MAPALA UBSI Turut Evakuasi Korban Sungai Cianten Leuwiliang

Mahasiswi MAPALA UBSI kampus Bogor bergabung bersama tim gabungan yang terdiri atas relawan, komunitas pecinta alam, serta unsur terkait lainnya untuk membantu proses pencarian dan evakuasi korban. Dengan bekal kemampuan dasar Search and Rescue (SAR) yang dimiliki, ia turut melakukan penyisiran di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi korban terbawa arus Sungai Cianten.

Keterlibatan anggota MAPALA dalam operasi kemanusiaan ini menjadi bagian dari implementasi nilai-nilai yang ditanamkan organisasi, yaitu kepedulian terhadap sesama, tanggung jawab sosial, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat. Selain mengembangkan keterampilan di bidang kepencintaalaman dan penyelamatan, anggota MAPALA juga dibekali kemampuan bekerja sama, berkomunikasi, serta mengambil keputusan dalam kondisi yang membutuhkan respons cepat.

Salah satu perwakilan MAPALA UBSI kampus Bogor menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam kegiatan kemanusiaan merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.

“Kegiatan kemanusiaan seperti ini menjadi bentuk pengabdian nyata mahasiswa kepada masyarakat. Kami berusaha hadir dan membantu sesuai kemampuan yang dimiliki ketika masyarakat membutuhkan bantuan,” ujarnya dalam keterangan rilis di Bogor, Selasa (9/6).

Kepala Kampus UBSI kampus Bogor, Sugiono, mengapresiasi keterlibatan mahasiswi MAPALA dalam operasi kemanusiaan tersebut. Menurutnya, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat merupakan wujud nyata implementasi nilai-nilai kepedulian sosial yang terus ditanamkan di lingkungan kampus.

“Kami bangga melihat mahasiswa UBSI mampu hadir dan memberikan kontribusi nyata ketika masyarakat membutuhkan bantuan. Keterlibatan mahasiswi MAPALA dalam proses evakuasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga jiwa kepedulian, keberanian, dan tanggung jawab sosial. Inilah nilai yang terus kami tanamkan di UBSI, yaitu mencetak lulusan yang kompeten sekaligus memiliki empati dan siap memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Baca juga : Pelantikan dan Serah Terima Jabatan MAPALA UBSI Kampus Yogyakarta Periode 2026 Berlangsung Khidmat

Sementara itu, ia juga menambahkan bahwa sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI terus mendorong mahasiswa untuk aktif berkontribusi melalui berbagai organisasi kemahasiswaan dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Melalui wadah seperti MAPALA, mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengembangkan potensi diri, meningkatkan keterampilan, sekaligus menumbuhkan jiwa kemanusiaan yang menjadi bekal penting dalam kehidupan bermasyarakat maupun dunia profesional.

“Keterlibatan mahasiswi MAPALA UBSI kampus Bogor dalam evakuasi korban Sungai Cianten Leuwiliang menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu mengimplementasikan ilmu, keterampilan, dan nilai kepedulian sosial dalam aksi nyata. Semangat tersebut diharapkan terus menginspirasi mahasiswa lainnya untuk berperan aktif dalam memberikan manfaat bagi masyarakat di berbagai situasi,” tutupnya. (Alisa)

Leave A Reply

Your email address will not be published.