Aplikasi SIP De Tirta Bantu Tingkatkan Efisiensi Pengelolaan Bahan Baku di De Tirta Home Set

0 33

BSINews, Klaten — Pengelolaan bahan baku menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kelancaran operasional usaha. Menjawab kebutuhan tersebut, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif menghadirkan inovasi digital melalui aplikasi Sistem Informasi Pembelian Bahan Baku Kain (SIP De Tirta) yang diserahkan kepada De Tirta Home Set, sebuah industri rumahan tekstil di Klaten, Jawa Tengah Pada Senin (13/7).

Aplikasi SIP De Tirta Bantu Tingkatkan Efisiensi Pengelolaan Bahan Baku di De Tirta Home Set

Aplikasi tersebut dikembangkan oleh Fattahillah Wahyu Nur Rozaaq sebagai implementasi dari hasil penelitian skripsinya. Dalam proses pengembangannya, Fattahillah mendapatkan bimbingan dari Wina Widiati dan Dewi Yuliandari selaku dosen pembimbing. Kehadiran SIP De Tirta dirancang untuk membantu mendigitalisasi proses pengelolaan pembelian bahan baku kain yang sebelumnya masih dilakukan secara manual.

Melalui sistem berbasis web tersebut, berbagai proses pengelolaan bahan baku dapat dilakukan dalam satu platform. Mulai dari pencatatan data pemasok, transaksi pembelian bahan baku, pembaruan stok secara otomatis, hingga penyusunan laporan pembelian dapat dikelola secara lebih terstruktur.

Salah satu manfaat utama yang dihadirkan SIP De Tirta adalah kemudahan pemilik usaha dalam memantau ketersediaan bahan baku. Data stok dapat dipantau secara real-time sehingga pemilik usaha dapat mengambil keputusan terkait pengadaan bahan baku dengan lebih cepat dan tepat.

Untuk mendukung pengelolaan usaha yang lebih efektif, aplikasi ini juga dilengkapi sejumlah fitur, seperti notifikasi peringatan ketika stok bahan baku berada pada tingkat rendah, laporan pembelian otomatis yang dilengkapi grafik analisis, hingga fitur prediksi kebutuhan pembelian bahan baku. Selain itu, terdapat fitur audit log yang mencatat aktivitas pengguna sehingga setiap perubahan data dapat ditelusuri dan dipertanggungjawabkan.

Dari sisi keamanan, SIP De Tirta menerapkan sistem hak akses berjenjang atau role-based access control yang membagi pengguna ke dalam dua peran, yakni Super Admin dan Admin. Sistem juga dilengkapi mekanisme pengamanan kata sandi serta proses persetujuan akun sebelum pengguna baru dapat mengakses aplikasi.

Secara teknis, SIP De Tirta dikembangkan sebagai aplikasi berbasis web yang didukung infrastruktur cloud sehingga dapat diakses melalui perangkat komputer maupun ponsel. Penerapan sistem ini diharapkan mampu menjadi bagian dari proses transformasi digital De Tirta Home Set sekaligus membantu usaha dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan bahan baku.

Pemilik De Tirta Home Set, Achmadi, mengapresiasi kehadiran aplikasi yang dikembangkan mahasiswa UBSI tersebut. Menurutnya, sistem ini memberikan kemudahan dalam mengelola dan memantau bahan baku yang sebelumnya masih dicatat secara manual.

“Kami sangat terbantu dengan adanya aplikasi ini. Pengelolaan bahan baku kain yang dulu dicatat manual kini menjadi lebih rapi, cepat, dan mudah dipantau. Ke depannya, kami berkomitmen untuk terus memanfaatkan sistem ini agar operasional usaha semakin efisien dan berkembang,” ungkap Achmadi dalam keterangan rilis yang diterima di Klaten Senin (13/7).

Baca Juga : Mahasiswa UBSI Kembangkan Sistem Informasi Manajemen Stok Bahan Baku Berbasis Website untuk Tingkatkan Efisiensi Operasional By Prolog

Bagi Fattahillah, penyerahan aplikasi SIP De Tirta menjadi salah satu bentuk implementasi ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di bidang Sistem Informasi. Karya tersebut tidak hanya menjadi bagian dari penyelesaian tugas akademik, tetapi juga diharapkan mampu memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha.

Kolaborasi antara mahasiswa dan De Tirta Home Set juga menunjukkan bahwa hasil karya akademik dapat dikembangkan menjadi solusi teknologi yang menjawab kebutuhan nyata di lapangan. Pemanfaatan sistem informasi diharapkan mampu membantu pelaku UMKM dan industri rumahan dalam mengelola kegiatan operasional secara lebih efektif dan terukur.

Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI terus mendorong mahasiswa untuk menghasilkan karya inovatif yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat dan dunia usaha. Melalui implementasi aplikasi SIP De Tirta, mahasiswa diharapkan semakin termotivasi untuk menciptakan solusi berbasis teknologi yang mampu mendukung perkembangan UMKM dan transformasi digital di Indonesia. (Safika)

Leave A Reply

Your email address will not be published.