Perkuat Tata Kelola UMKM, Prodi Perhotelan dan Pariwisata UBSI Dampingi Komunitas Adat Baduy
BSINews, Banten — Potensi pariwisata budaya yang dimiliki Komunitas Adat Baduy terus berkembang seiring meningkatnya minat wisatawan terhadap pengalaman berbasis kearifan lokal. Melihat potensi tersebut, Program Studi Perhotelan dan Program Studi Pariwisata, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Penguatan Tata Kelola Usaha Pelaku UMKM Komunitas Adat Baduy” pada 2–3 Juli 2026 di Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Banten.
Perkuat Tata Kelola UMKM, Prodi Perhotelan dan Pariwisata UBSI Dampingi Komunitas Adat Baduy
Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis kearifan lokal dan pengembangan pariwisata berkelanjutan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui kolaborasi bersama Pemerintah Desa Kanekes dan Komunitas Adat Baduy sebagai mitra pengabdian.
Kegiatan dipimpin oleh Gilang Fahreza selaku Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, bersama Dyah Mustika Wardani, Nova Yudha Andriansyah Putra, dan Lilik Edi Saputro sebagai anggota tim. Para dosen memberikan pelatihan dan pendampingan kepada pelaku UMKM untuk meningkatkan kemampuan dalam mengelola usaha secara lebih terarah dan profesional.
Komunitas Adat Baduy dikenal sebagai salah satu destinasi wisata budaya yang memiliki beragam potensi ekonomi lokal. Berbagai produk UMKM, seperti kain tenun khas Baduy, kerajinan tangan, aksesori tradisional, hingga produk berbasis sumber daya alam lokal, menjadi bagian dari kekayaan ekonomi kreatif masyarakat setempat.
Namun, potensi tersebut masih membutuhkan penguatan dari sisi tata kelola usaha agar dapat berkembang secara berkelanjutan. Karena itu, melalui kegiatan PkM ini, tim dosen memberikan pendampingan mengenai penyusunan perencanaan bisnis, pencatatan keuangan sederhana, pengelolaan operasional, peningkatan kualitas pelayanan pelanggan, strategi pemasaran, hingga pengembangan usaha berbasis potensi lokal.
Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan berlangsung secara partisipatif. Para pelaku UMKM diberikan kesempatan untuk berdiskusi secara langsung mengenai berbagai kendala yang dihadapi dalam menjalankan usaha. Melalui proses tersebut, peserta dapat memperoleh wawasan sekaligus alternatif solusi yang sesuai dengan kondisi dan karakteristik usaha mereka.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Gilang Fahreza, mengatakan bahwa penguatan tata kelola menjadi salah satu aspek penting dalam meningkatkan daya saing UMKM, khususnya di tengah perkembangan sektor pariwisata yang semakin dinamis.
“Melalui kegiatan ini kami berharap para pelaku UMKM Komunitas Adat Baduy mampu mengelola usahanya secara lebih profesional, meningkatkan kualitas produk dan pelayanan, serta memperluas peluang pemasaran tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang menjadi identitas masyarakat Baduy,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima di Banten Jum’at (3/7).
Baca Juga : UBSI Hadir Perkuat Tata Kelola UMKM Baduy demi Ekonomi Lokal Berkelanjutan
Apresiasi terhadap kegiatan tersebut disampaikan Sekretaris Desa Kanekes, H. Medi Marsinun. Menurutnya, pendampingan yang diberikan perguruan tinggi dapat membantu masyarakat memperoleh pengetahuan baru dalam mengembangkan usaha sekaligus menjaga kelestarian budaya lokal.
“Kami menyambut baik kegiatan ini karena memberikan pengetahuan dan wawasan baru kepada para pelaku UMKM di Desa Kanekes. Pendampingan seperti ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola usaha secara lebih baik, sekaligus tetap menjaga kelestarian budaya Baduy sebagai aset yang sangat berharga,” ungkapnya.
Baca Juga : Atur Keuangan Komunitas Jadi Lebih Rapi! UBSI Hadirkan Solusi Digital untuk Guru GKM Bogor
Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat adat diharapkan dapat menciptakan sinergi dalam pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan. Selain meningkatkan kapasitas pelaku UMKM, kegiatan ini juga menjadi ruang pertukaran pengetahuan antara dunia akademik dan masyarakat dalam mengembangkan usaha yang selaras dengan potensi budaya dan pariwisata.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, Program Studi Perhotelan dan Program Studi Pariwisata UBSI berharap pendampingan yang diberikan dapat mendorong pelaku UMKM Komunitas Adat Baduy menjadi semakin mandiri, profesional, dan berdaya saing. Di sisi lain, pengembangan ekonomi lokal diharapkan tetap berjalan beriringan dengan upaya menjaga nilai-nilai budaya dan kearifan lokal sebagai warisan bangsa.
Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI terus berkomitmen menghadirkan berbagai kegiatan pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui penerapan ilmu pengetahuan, inovasi, dan pendampingan, UBSI berupaya mendukung lahirnya masyarakat yang semakin mandiri sekaligus mendorong pengembangan potensi ekonomi dan pariwisata berbasis kearifan lokal di berbagai daerah. (Safika)