Evaluasi Akademik UBSI Jadi Pijakan Perkuat Perkuliahan Semester Gasal 2026/2027

0 10

BSINews, Jakarta-Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menjadikan evaluasi akademik Semester Genap 2025/2026 sebagai pijakan untuk memperkuat kualitas pembelajaran sekaligus menyiapkan pelaksanaan perkuliahan Semester Gasal 2026/2027. Evaluasi tersebut membahas proses pembelajaran, capaian perguruan tinggi, pengembangan dosen, prestasi mahasiswa, Tridharma Perguruan Tinggi, hingga arah pengembangan institusi.

Evaluasi akademik UBSI berlangsung pada 29 Agustus serta 1–2 September 2026 di Hall C UBSI Kaliabang dan Gedung Rektorat UBSI Kramat 98. Kegiatan tersebut dihadiri Rektor UBSI Prof. Dr. Ir. Mochamad Wahyudi, Wakil Rektor I Bidang Akademik Assoc. Prof. Dr. Diah Puspitasari, Wakil Rektor II Bidang Nonakademik Adi Supriyatna, serta para dekan, biro, dan ketua program studi di lingkungan UBSI.

Dalam paparannya, Rektor UBSI Prof. Dr. Ir. Mochamad Wahyudi menekankan pentingnya penguatan mutu perguruan tinggi secara berkelanjutan. Sejumlah capaian UBSI turut menjadi bagian evaluasi, mulai dari reakreditasi program studi, peningkatan capaian akreditasi, penguatan kinerja kemahasiswaan, hingga berbagai pemeringkatan dan penghargaan perguruan tinggi.

Wahyudi juga menyampaikan arah pengembangan UBSI melalui penguatan program studi dan PSDKU, pembukaan program studi baru, peningkatan kualifikasi serta jabatan akademik dosen, hingga pengembangan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi meningkatkan kapasitas dan daya saing institusi.

Penguatan Mutu Pembelajaran Jadi Fokus Evaluasi Akademik UBSI

Dalam penguatan mutu, UBSI terus mengoptimalkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME), pelaksanaan PPEPP, serta pengembangan visi dan misi institusi. Penguatan sumber daya manusia, pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pendidikan.

“Penguatan mutu perguruan tinggi harus dilakukan secara berkelanjutan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta tata kelola yang baik,” ujar Wahyudi.

Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik UBSI, Assoc. Prof. Dr. Diah Puspitasari, memaparkan evaluasi yang berfokus pada proses pembelajaran dan kesiapan pelaksanaan perkuliahan semester berikutnya. Pembahasan mencakup perkembangan dosen, capaian kinerja dan prestasi, implementasi Tridharma, Kampus Berdampak, serta berbagai program pendukung akademik.

Diah menyoroti pentingnya pengembangan profesional dosen melalui peningkatan kualifikasi akademik, jabatan fungsional, sertifikasi pendidik, kepemilikan HKI dan buku ajar, publikasi ilmiah, serta keterlibatan dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

“Hasil evaluasi harus menjadi dasar untuk melakukan perbaikan pada semester berikutnya. Karena itu, kesiapan bahan ajar, metode pembelajaran, evaluasi, koordinasi antardosen pengampu, serta fasilitas pembelajaran perlu dipastikan sebelum perkuliahan dimulai,” ujar Diah.

Ia menambahkan, pembelajaran juga perlu semakin mendorong keterlibatan aktif mahasiswa melalui penerapan Case Method dan Team-Based Project. Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengalaman belajar sekaligus menyesuaikan kompetensi mahasiswa dengan kebutuhan dunia kerja.

Evaluasi akademik juga mencatat berbagai capaian mahasiswa, termasuk keikutsertaan dalam program remote internship di Amerika Serikat dan Jerman serta program magang di Prancis. Selain itu, mahasiswa UBSI berhasil meraih posisi Top 100 Project Terbaik dalam kompetisi Juara Vibe Coding by Google.

Di bidang Tridharma, UBSI terus mendorong penguatan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, publikasi, hilirisasi riset, dan kerja sama yang mendukung konsep Kampus Berdampak. Program pendukung seperti Smart Classroom, kunjungan industri dan institusi, Lembaga Bahasa Asing, TOEFL, serta sertifikasi kompetensi LSP UBSI turut dikembangkan untuk memperkuat ekosistem akademik.

UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif, penguatan pembelajaran terus diarahkan agar mahasiswa memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja. Pemanfaatan teknologi dan pembelajaran berbasis proyek menjadi bagian dari upaya menciptakan pengalaman pendidikan yang adaptif dan berkualitas.

Untuk Semester Gasal 2026/2027, UBSI mengarahkan sejumlah tindak lanjut, mulai dari pemutakhiran kinerja dosen, peningkatan keterlibatan dalam penelitian dan pengabdian, penguatan Case Method dan Team-Based Project, kesiapan perangkat pembelajaran, koordinasi antardosen, hingga optimalisasi fasilitas pendukung akademik.

Melalui evaluasi tersebut, UBSI berupaya memastikan perkuliahan Semester Gasal 2026/2027 tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi semakin efektif, terukur, dan berorientasi pada peningkatan mutu.

“Kami ingin setiap hasil evaluasi menjadi langkah nyata untuk memperbaiki proses pembelajaran dan memberikan pengalaman akademik yang semakin baik bagi mahasiswa,” tutup Diah.

Leave A Reply

Your email address will not be published.