Dosen Ilmu Komunikasi UBSI Raih Hibah BIMA 2026, Teliti Kepercayaan Konsumen
BSINews, Jakarta — Tiga dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) berhasil memperoleh hibah penelitian fundamental BIMA 2026 melalui riset mengenai kepercayaan konsumen dalam perdagangan berbasis media sosial atau social commerce.
Penelitian ini mengkaji peran komunikasi digital, retorika visual, dan interaksi antara penjual dengan konsumen dalam membangun kepercayaan di tengah perkembangan perdagangan digital di Indonesia.
Tim peneliti tersebut terdiri dari Iin Soraya, S.Sos., M.M., M.I.Kom., Widarti, M.I.Kom., dan Dina Andriana, M.I.Kom.
Mereka mengangkat penelitian berjudul “Rekonstruksi Model Komunikasi Borderless dan Dramaturgi Digital: Retorika Visual Membangun Consumer Trust pada Social Commerce Indonesia.”
Penelitian ini berangkat dari perubahan pola komunikasi masyarakat seiring berkembangnya teknologi digital.
Aktivitas jual beli yang sebelumnya banyak mengandalkan pertemuan langsung kini dapat berlangsung melalui platform digital yang menggabungkan komunikasi, hiburan, dan transaksi dalam satu ekosistem.
Sejumlah platform, seperti TikTok Shop, Shopee Live, Instagram Live, dan Facebook Marketplace, memberikan ruang bagi penjual untuk berinteraksi langsung dengan calon pembeli.
Melalui fitur tersebut, konsumen dapat melihat presentasi produk, mengajukan pertanyaan, dan memperoleh informasi sebelum mengambil keputusan pembelian.
Perubahan ini membuat komunikasi menjadi salah satu aspek penting dalam aktivitas perdagangan digital.
Penjual tidak hanya perlu menawarkan produk, tetapi juga membangun hubungan dengan audiens agar informasi yang disampaikan dapat dipahami dan dipercaya.
Dalam penelitian tersebut, tim dosen UBSI mengkaji bagaimana kepercayaan konsumen atau consumer trust terbentuk melalui komunikasi yang berlangsung di ruang digital.
Kepercayaan tidak hanya berkaitan dengan harga, kualitas produk, dan keamanan transaksi, tetapi juga dengan cara penjual menyampaikan informasi serta menampilkan dirinya kepada audiens.
Dalam praktik social commerce, penjual menggunakan beragam pendekatan komunikasi untuk menarik perhatian dan membangun kedekatan dengan konsumen.
Pendekatan tersebut mencakup penggunaan bahasa yang akrab, ekspresi emosional, tampilan visual yang menarik, cerita personal, serta interaksi secara langsung selama sesi penjualan berlangsung.
Berbagai unsur tersebut membentuk pengalaman komunikasi yang berbeda dari transaksi konvensional.
Konsumen tidak hanya menerima informasi mengenai produk, tetapi juga dapat mengamati cara penjual merespons pertanyaan, menjelaskan manfaat produk, dan berinteraksi dengan audiens lainnya.
Interaksi yang berlangsung secara langsung memberikan kesempatan bagi penjual untuk membangun hubungan yang lebih personal.
Namun, persepsi konsumen terhadap kredibilitas penjual tetap dipengaruhi oleh konsistensi informasi, cara penyampaian pesan, serta kesesuaian antara tampilan dan informasi yang diberikan.
Melalui kajian ini, tim peneliti menempatkan komunikasi digital sebagai bagian penting dalam memahami perilaku konsumen.
Pendekatan tersebut membantu menjelaskan bagaimana pesan verbal, unsur visual, dan interaksi sosial dapat membentuk persepsi konsumen terhadap penjual di platform perdagangan digital.
Salah satu fokus utama penelitian ini adalah hubungan antara retorika visual dan dramaturgi digital dalam membangun kepercayaan konsumen.
Retorika visual berkaitan dengan penggunaan unsur visual untuk menyampaikan pesan, sedangkan dramaturgi digital mengacu pada cara seseorang mengelola penampilan dan kesan ketika berinteraksi di ruang digital.
Dalam sesi live commerce, misalnya, penjual dapat mengatur pencahayaan, latar belakang, sudut kamera, penempatan produk, hingga gaya penyampaian untuk mendukung presentasi.
Penggunaan bahasa tubuh, ekspresi wajah, dan narasi personal juga menjadi bagian dari cara penjual membangun komunikasi dengan audiens.
Pengelolaan tampilan tersebut dapat membantu konsumen memahami produk dan menciptakan pengalaman komunikasi yang lebih menarik.
Di sisi lain, konsumen juga perlu menilai informasi yang disampaikan secara kritis agar tidak hanya mengandalkan kesan visual ketika menentukan pilihan pembelian.
Penelitian ini menyoroti bahwa proses pembentukan kepercayaan melibatkan berbagai unsur yang saling berkaitan.
Retorika visual, dramaturgi digital, interaktivitas platform, dan partisipasi audiens menjadi elemen yang dikaji untuk memahami hubungan antara komunikasi penjual dan persepsi konsumen.
Tim peneliti kemudian mengembangkan rekonstruksi model komunikasi yang mengintegrasikan keempat elemen tersebut.
Model ini diarahkan untuk menjelaskan bagaimana tampilan visual, pengelolaan kesan, fitur interaktif, dan keterlibatan audiens dapat berkontribusi terhadap persepsi kredibilitas serta kedekatan emosional dalam social commerce.
Persepsi tersebut selanjutnya berkaitan dengan pembentukan kepercayaan konsumen dan pertimbangan mereka dalam mengambil keputusan pembelian.
Meski demikian, keputusan konsumen tetap dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, termasuk kebutuhan, kualitas produk, harga, dan keamanan transaksi.
Perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen menjadi alasan pentingnya penelitian mengenai komunikasi digital terus dilakukan.
Fitur baru pada platform perdagangan, perubahan cara penjual berinteraksi, serta meningkatnya penggunaan konten visual menghadirkan dinamika yang perlu dipahami melalui kajian akademik.
Melalui hibah penelitian fundamental BIMA 2026, tim dosen UBSI berupaya menghasilkan kajian yang tidak hanya memperkaya literatur akademik, tetapi juga memiliki relevansi dengan praktik komunikasi pemasaran digital.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan studi komunikasi, pemasaran, dan perilaku konsumen dalam ekosistem perdagangan berbasis media sosial.
Sebagai bagian dari pengembangan dan validasi hasil penelitian, tim peneliti berencana menyelenggarakan kegiatan Research Showcase & Discussion di UBSI Kampus Pemuda.
Kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang untuk memaparkan hasil riset sekaligus mendiskusikan temuan dan model komunikasi yang dikembangkan.
Forum ini direncanakan melibatkan akademisi, pakar komunikasi, praktisi industri digital, pemilik merek atau brand owner, pembawa acara siaran langsung atau host live, serta konsumen.
Keterlibatan berbagai pihak tersebut diharapkan dapat memberikan perspektif yang beragam mengenai penerapan hasil penelitian dalam konteks akademik maupun praktik perdagangan digital.
Diskusi juga dapat menjadi kesempatan untuk memperoleh masukan mengenai relevansi model komunikasi yang dikembangkan dengan kondisi social commerce di Indonesia.
Masukan dari peserta diharapkan mendukung proses evaluasi dan penyempurnaan hasil penelitian agar dapat menjawab kebutuhan kajian komunikasi digital yang terus berkembang.
Keberhasilan tiga dosen Ilmu Komunikasi UBSI memperoleh hibah penelitian fundamental BIMA 2026 menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi dalam mendorong kegiatan riset yang relevan dengan perkembangan masyarakat.
Baca juga: Dosen UBSI Kampus Tegal Hibahkan Buku Data Mining ke Perpustakaan
Penelitian ini sekaligus menunjukkan pentingnya kajian komunikasi dalam memahami hubungan antara teknologi, penyampaian pesan, dan perilaku konsumen.
Ke depan, hasil penelitian diharapkan dapat memperluas pemahaman mengenai pembentukan kepercayaan dalam perdagangan digital serta menjadi pijakan bagi penelitian lanjutan.
Melalui pengembangan riset dan diskusi akademik, UBSI berupaya memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menghasilkan pengetahuan yang dapat dimanfaatkan untuk memahami tantangan komunikasi di era digital.