Dongkrak Ekonomi Digital, Dosen UBSI Latih Komunitas Ragajaya Affiliate Bikin Konten AI

0 3

BSINews, Bogor — Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif terus mendorong peningkatan kompetensi digital masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PM). Kali ini, tim dosen Program Studi Teknologi Informasi UBSI menggelar pelatihan bertajuk “Pemanfaatan Generative AI dan CapCut dalam Pembuatan Konten Video Affiliate High-Conversion untuk Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Digital Komunitas Ragajaya Affiliate” pada Senin (24/8) di Perum Bonekom RT 01/RW 07, Desa Ragajaya, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dongkrak Ekonomi Digital, Dosen UBSI Latih Komunitas Ragajaya Affiliate Bikin Konten AI

Pelatihan ini dirancang untuk membantu Komunitas Ragajaya Affiliate mengatasi sejumlah kendala dalam produksi konten promosi, seperti keterbatasan keterampilan penyuntingan video, kesulitan menemukan ide kreatif, dan lamanya waktu pembuatan konten. Sebelumnya, proses produksi satu video secara mandiri dapat memerlukan waktu sekitar tiga hingga lima jam.

Melalui pendekatan Plan-Do-Check-Action (PDCA), tim UBSI memberikan pendampingan kepada anggota komunitas yang terdiri atas affiliator pemula, pelaku UMKM lokal, ibu rumah tangga, hingga mahasiswa. Peserta diperkenalkan pada pemanfaatan Generative AI untuk membantu menyusun ide dan naskah promosi, serta aplikasi CapCut untuk mempermudah proses penyuntingan video.

Materi disampaikan oleh tim pelaksana yang diketuai Ibnu Rusdi, bersama Hendra Setyo Haryadi, Ade Christian, dan Sigit Adi Pratama. Kegiatan ini juga didukung oleh asisten mahasiswa Fikri Ahmad Kamal, Naufal Hasfytama, dan Rachmad Fhadillah.

Salah satu materi utama adalah penyusunan naskah promosi menggunakan teknik prompt engineering dengan struktur hook, body, dan call to action (CTA). Struktur ini membantu peserta merancang konten yang mampu menarik perhatian audiens, menyampaikan manfaat produk, dan mengarahkan calon pembeli pada tindakan yang diharapkan.

Peserta juga mempelajari teknik pengambilan gambar menggunakan smartphone serta penyuntingan video melalui fitur CapCut, seperti pemotongan bagian yang tidak diperlukan, pembuatan teks otomatis atau auto-caption, fitur AI text-to-speech, dan penyesuaian musik latar. Penerapan alur kerja tersebut ditujukan untuk memangkas waktu produksi konten menjadi sekitar 15–30 menit per video.

Selain pembuatan video, pelatihan membahas strategi publikasi konten melalui media sosial. Peserta diperkenalkan pada riset hashtag yang relevan, penyusunan caption persuasif, serta penempatan tautan produk melalui keranjang kuning atau tautan di bio agar calon pembeli lebih mudah menemukan produk yang dipromosikan.

Ketua tim pengabdian kepada masyarakat, Ibnu Rusdi, menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dapat menjadi alternatif untuk membantu masyarakat mengembangkan keterampilan produksi konten digital.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap anggota Komunitas Ragajaya Affiliate dapat memanfaatkan Generative AI dan CapCut untuk menghasilkan konten promosi secara lebih efektif, mulai dari menemukan ide, menyusun naskah, hingga menyunting dan memublikasikan video secara mandiri,” ujarnya dalam ketarangan rilis yang diterima di Bogor Senin (12/10).

Baca Juga : Siapkah Kamu Jadi Penggerak Ekonomi Digital? Peran Besar Lulusan Prodi Informatika Dimulai di Sini

Program ini menargetkan peningkatan literasi digital mitra minimal 40 persen, pemahaman teori sebesar 80 persen, dan keterampilan praktik produksi konten sebesar 85 persen. Luaran yang direncanakan mencakup draf video promosi beresolusi HD 1080p, modul panduan praktis, serta dokumen standar operasional prosedur (SOP) produksi konten mandiri.

Melalui kegiatan ini, UBSI berharap anggota Komunitas Ragajaya Affiliate dapat mengembangkan keterampilan digital yang lebih terarah dan konsisten. Kemampuan memproduksi konten promosi secara mandiri diharapkan membuka peluang bagi masyarakat untuk memperluas pemasaran produk dan meningkatkan potensi ekonomi digital.

Dengan semangat “Belajar Bersama, Berkarya Bersama, Berdaya Bersama”, UBSI terus mendorong pemanfaatan teknologi sebagai sarana pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan komunitas diharapkan dapat mendukung terbentuknya masyarakat yang adaptif, kreatif, serta siap menghadapi perkembangan ekosistem digital. (Safika)

Leave A Reply

Your email address will not be published.