Dosen UBSI Berbagi Praktik Pengelolaan Jurnal Ilmiah di Universitas Pertamina

0 10

BSINews, Jakarta – Pengelolaan jurnal ilmiah tidak cukup hanya mengandalkan sistem penerbitan digital. Di balik artikel yang terbit dan mudah ditemukan oleh pembaca, terdapat proses editorial yang membutuhkan ketelitian, tata kelola yang konsisten, serta pemahaman terhadap standar publikasi ilmiah. Kebutuhan tersebut menjadi salah satu fokus dalam Bimbingan Teknis (BIMTEK) Pengelolaan Open Journal Systems (OJS) bagi Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Universitas Pertamina pada Rabu-Kamis, 7-8 Oktober 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Jordy Lasmana Putra, dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), hadir sebagai narasumber untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai pengelolaan jurnal ilmiah berbasis OJS. Pelatihan dirancang dengan pendekatan praktis melalui pemaparan konsep, demonstrasi, studi kasus, latihan, dan evaluasi agar peserta dapat memahami penerapan sistem dalam proses penerbitan jurnal.

Baca juga: UBSI Perkuat Tata Kelola Jurnal Ilmiah untuk Tingkatkan Kualitas Publikasi Terakreditasi SINTA 2

Dosen UBSI Berbagi Praktik Pengelolaan Jurnal Ilmiah

“Pada hari pertama, peserta mempelajari pengenalan dan konsep dasar OJS, konfigurasi jurnal, manajemen pengguna dan hak akses, serta pengelolaan submission dan naskah artikel. Materi tersebut membantu peserta memahami alur kerja editorial secara terstruktur, mulai dari penerimaan naskah hingga tahapan pengelolaan artikel dalam sistem,” ungkap Jordy dalam keterangan rilis pada Selasa (13/10).

Pembahasan kemudian berlanjut pada hari kedua (8/10) dengan materi peer review dan editorial, penyuntingan dan publikasi, DOI dan metadata, pengindeksan, hingga keamanan serta optimalisasi OJS. Rangkaian materi ini memberikan gambaran mengenai keterkaitan setiap tahapan dalam pengelolaan jurnal, termasuk bagaimana sistem perlu dikelola agar proses penerbitan berjalan tertib dan berkesinambungan.

“Salah satu aspek yang mendapat perhatian ialah proses peer review atau penelaahan sejawat. Dalam pengelolaan jurnal ilmiah, proses ini tidak hanya berkaitan dengan penilaian kualitas naskah, tetapi juga menyangkut keadilan, dokumentasi, dan akuntabilitas keputusan editorial. Pemilihan reviewer perlu mempertimbangkan kesesuaian keahlian dengan topik artikel, independensi, potensi konflik kepentingan, ketersediaan waktu, serta kualitas hasil telaah,” jelasnya.

Aspek teknis penerbitan juga menjadi bagian penting dalam pelatihan. Peserta mendapatkan pembahasan mengenai DOI (Digital Object Identifier), metadata, dan pengindeksan yang mendukung kemudahan penemuan artikel atau discoverability. Metadata yang lengkap, akurat, dan konsisten membantu artikel diidentifikasi secara tepat, ditemukan melalui layanan penelusuran, serta dirujuk oleh peneliti lain.

Baca juga: Peran Etika dalam Publikasi Jurnal Ilmiah: Fondasi Penting Generasi Muda yang Dibentuk UBSI

“Melalui materi tersebut, pengelolaan OJS ditempatkan bukan sekadar sebagai urusan teknis penggunaan platform, melainkan sebagai bagian dari ekosistem publikasi ilmiah. Kualitas jurnal turut ditentukan oleh bagaimana pengelola menjaga alur editorial, memastikan informasi artikel tertata dengan baik, serta memperhatikan keamanan dan keberlanjutan sistem,” paparnya.

Keterlibatan Jordy dalam kegiatan ini juga menunjukkan peran dosen UBSI dalam berbagi keahlian dengan institusi lain. Pengalamannya sebagai Chief Editor, asesor kompetensi, trainer, reviewer, dan peneliti menjadi bekal untuk membahas pengelolaan jurnal dari sisi teknis maupun praktik editorial.

Leave A Reply

Your email address will not be published.