UBSI Perkuat Tata Kelola Jurnal Ilmiah untuk Tingkatkan Kualitas Publikasi Terakreditasi SINTA 2

0 3

BSINews, Jakarta – Publikasi ilmiah tidak berhenti pada seberapa banyak artikel yang diterbitkan. Di balik sebuah jurnal ilmiah yang kredibel, terdapat tata kelola editorial, proses peer review, kualitas reviewer, konsistensi penerbitan, hingga pengelolaan sistem yang perlu dijaga secara berkelanjutan.

Hal tersebut menjadi perhatian Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melalui yang digelar di Auditorium Tambora UBSI Kampus Kramat, Jumat (25/9). Kegiatan Workshop Peningkatan Tata Kelola Pengelolaan Jurnal Ilmiah Terakreditasi SINTA 2 ini diikuti para pengelola jurnal ilmiah di lingkungan UBSI sebagai ruang penguatan kompetensi sekaligus evaluasi terhadap pengelolaan jurnal.

Baca juga: Kembangkan NLP Bahasa Jawa Ngoko, Dosen UBSI Kampus Solo Publikasikan Riset di Jurnal SINTA 2

Kegiatan diawali dengan sambutan Rektor UBSI Prof. Dr. Ir. Mochamad Wahyudi. Ia menekankan bahwa jurnal ilmiah memiliki posisi penting dalam membangun budaya akademik di perguruan tinggi. Karena itu, pengelolaannya perlu ditempatkan sebagai bagian dari proses menjaga kualitas publikasi, bukan sekadar memenuhi rutinitas penerbitan.

“Jurnal ilmiah merupakan bagian penting dalam mendukung budaya akademik dan publikasi ilmiah. Karena itu, pengelolaannya perlu dilakukan secara profesional dengan memperhatikan kualitas substansi, tata kelola editorial, serta keberlanjutan jurnal,” ujar Prof. Mochamad Wahyudi dalam keterangan rilis yang diterima pada Selasa (29/9).

Mengelola Jurnal Bukan Sekadar Menerbitkan Artikel

Workshop menghadirkan Assoc. Prof. Dr. Hengki Tomando Sihotang sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, ia membahas berbagai aspek yang perlu diperhatikan pengelola jurnal untuk menjaga kualitas dan kredibilitas publikasi, terutama dalam pengelolaan jurnal terakreditasi.

Menurut Hengki, kualitas jurnal tidak hanya ditentukan oleh artikel yang berhasil diterbitkan. Proses editorial, kualitas reviewer, mekanisme peer review, konsistensi penerbitan, hingga pengelolaan sistem jurnal menjadi bagian yang saling berkaitan dalam membangun kredibilitas sebuah jurnal.

“Pengelolaan jurnal ilmiah perlu dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Setiap unsur dalam tata kelola jurnal, mulai dari proses editorial, kualitas artikel, reviewer, hingga pengelolaan sistem jurnal, memiliki peran dalam menjaga kualitas dan kredibilitas jurnal,” ujar Assoc. Prof. Hengki dalam keterangan rilis yang diterima pada Selasa (29/9).

Salah satu aspek yang turut menjadi perhatian adalah pemanfaatan Open Journal Systems (OJS) secara optimal. Sistem tersebut tidak hanya digunakan sebagai tempat mengunggah artikel, tetapi juga perlu dikelola sebagai bagian dari alur kerja editorial yang transparan, terdokumentasi, dan terorganisasi.

Pengelola jurnal juga didorong untuk melakukan evaluasi secara berkala terhadap kinerja jurnal. Evaluasi diperlukan untuk melihat apakah setiap tahapan penerbitan telah berjalan sesuai standar sekaligus mengidentifikasi bagian yang masih perlu diperbaiki.

Ruang Evaluasi bagi Pengelola Jurnal UBSI

Tidak berhenti pada pemaparan materi, workshop juga menjadi ruang diskusi bagi para pengelola jurnal UBSI. Peserta membahas berbagai tantangan yang muncul dalam proses pengelolaan jurnal, mulai dari aspek editorial hingga strategi menjaga kualitas publikasi secara berkelanjutan.

Forum tersebut menjadi kesempatan bagi pengelola untuk bertukar pengalaman sekaligus memperoleh perspektif dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi dalam proses penerbitan. Dengan demikian, penguatan tata kelola jurnal tidak berjalan secara teoritis, tetapi dapat dikaitkan dengan kebutuhan pengelolaan jurnal di lingkungan UBSI.

Baca juga: Mahasiswa Semester 2 UBSI Ubah Proyek UI/UX Jadi Artikel Ilmiah di Jurnal SINTA

Bagi perguruan tinggi, penguatan pengelolaan jurnal juga berkaitan dengan bagaimana hasil penelitian dosen dan mahasiswa dapat terdokumentasi, dikembangkan, serta disebarluaskan melalui kanal publikasi ilmiah yang kredibel. Jurnal yang dikelola secara baik pada akhirnya menjadi salah satu bagian dari ekosistem penelitian dan pengembangan keilmuan di kampus.

Melalui workshop ini, UBSI terus mendorong para pengelola jurnal untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas proses editorial, serta menjaga keberlanjutan publikasi ilmiah. Upaya tersebut menjadi bagian dari pengembangan ekosistem akademik UBSI agar publikasi yang dihasilkan tidak hanya terbit secara rutin, tetapi juga memiliki kualitas, kredibilitas, dan standar pengelolaan yang terus berkembang.

Leave A Reply

Your email address will not be published.