Dosen UBSI Latih Pemuda Cempaka Putih Berbahasa Inggris
BSINews, Jakarta — Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif terus berkontribusi dalam meningkatkan kompetensi masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kali ini, Fakultas Komunikasi dan Bahasa UBSI menggelar pelatihan Bahasa Inggris bertajuk “English for Everyone: I Can Speak, I Can Help” bagi anggota Karang Taruna RT 03 Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat, pada Minggu (11/10).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keberanian dan kepercayaan diri peserta dalam menggunakan Bahasa Inggris untuk berkomunikasi dalam situasi sederhana sehari-hari. Pelatihan dirancang secara praktis dan interaktif agar peserta dapat memahami sekaligus mempraktikkan ungkapan Bahasa Inggris yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Baca juga:Dosen UBSI Latih Pengurus TPQ Darul Hikmah Manfaatkan Fitur Meta-AI
Dosen UBSI Latih Pemuda Cempaka Putih
Yanti Rosalinah selaku perwakilan UBSI menyampaikan bahwa keterampilan berbahasa Inggris perlu dikembangkan melalui pembelajaran yang aplikatif dan memberikan ruang bagi peserta untuk berlatih secara langsung.
“Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif ingin mendorong generasi muda agar lebih percaya diri dalam mengembangkan keterampilan komunikasi, termasuk Bahasa Inggris. Kami berharap pelatihan ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga memotivasi peserta untuk berani berbicara, saling membantu, dan terus belajar melalui praktik sederhana dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Yanti dalam rilis yang diterima, pada Senin (12/10).
Materi pelatihan difokuskan pada penguasaan kosakata dan ungkapan fungsional yang mudah diterapkan, seperti “What is this?”, “Let me help you,” dan “You can do it!”. Ungkapan tersebut dipilih untuk membantu peserta membangun komunikasi sederhana sekaligus melatih keberanian dalam menyampaikan pertanyaan, menawarkan bantuan, dan memberikan dukungan kepada orang lain.
“Untuk menciptakan suasana belajar yang aktif, pelatihan menggunakan sejumlah metode interaktif, meliputi repetition, pair work, mini dialogue, role play, dan communicative games. Melalui metode tersebut, peserta memperoleh kesempatan untuk berlatih secara langsung bersama peserta lain, sehingga pembelajaran tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada penerapan keterampilan berbicara,” terangnya.
Ia menyampaikan bahwa pendekatan pembelajaran partisipatif ini diharapkan dapat membantu peserta mengurangi rasa ragu ketika berbicara dalam Bahasa Inggris. Selain itu, latihan secara berpasangan dan simulasi percakapan memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual, menyenangkan, dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui penyediaan kesempatan belajar nonformal dan pengembangan keterampilan pemuda. Selain itu, kegiatan ini sejalan dengan SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan keterampilan komunikasi yang dapat mendukung pengembangan diri serta kesiapan menghadapi dunia kerja,” paparnya.
Sebagai bagian dari evaluasi program, ungkapnya, kegiatan ini menetapkan sejumlah indikator keberhasilan, antara lain peningkatan hasil pre-test dan post-test speaking, kemampuan sekurang-kurangnya 75 persen peserta menggunakan minimal dua ungkapan target sesuai konteks, partisipasi aktif sedikitnya 75 persen peserta dalam kegiatan pair work atau role play, serta respons positif dari minimal 80 persen peserta terhadap pelatihan.
“Pelaksanaan kegiatan melibatkan dosen dan mahasiswa Fakultas Komunikasi dan Bahasa UBSI. Keterlibatan mahasiswa turut mendukung pendampingan selama proses latihan sekaligus memberikan pengalaman penerapan ilmu secara langsung di tengah masyarakat. Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam memperluas akses pembelajaran dan meningkatkan keterampilan masyarakat,” katanya.
Baca juga:Pelatihan AI Guru dan Siswa di Depok Wujud Nyata Tri Dharma Dosen UBSI
Selain peningkatan kompetensi berbicara dan kepercayaan diri peserta, kegiatan ini menghasilkan luaran berupa materi speaking cards dan worksheet, dokumentasi kegiatan, serta publikasi berita. Program ini juga direncanakan menghasilkan artikel pada jurnal pengabdian kepada masyarakat dan pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas materi pelatihan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan permainan berhadiah dan sesi foto bersama. Suasana interaktif dan penuh keakraban menjadi penutup pelatihan yang mengedepankan pengalaman belajar Bahasa Inggris secara praktis dan menyenangkan.
“Melalui kegiatan ini, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program Pengabdian kepada Masyarakat yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi anggota Karang Taruna RT 03 Cempaka Putih Barat untuk terus mengembangkan keterampilan Bahasa Inggris sebagai bekal komunikasi, pendidikan, dan kesiapan menghadapi peluang di masa depan,” tutupnya.