Mahasiswa UBSI Kembangkan Sistem Informasi Gudang ATK Berbasis Web untuk Sekretariat BPIW Kementerian PU

0 1

BSINews, Jakarta – Digitalisasi pengelolaan persediaan menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan efisiensi administrasi perkantoran. Trio Apnas Rohman, mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif, mengembangkan Sistem Informasi Gudang Alat Tulis Kantor (ATK) berbasis web untuk mendukung pengelolaan persediaan di Sekretariat Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW), Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pada Rabu (12/8).

Mahasiswa UBSI Kembangkan Sistem Informasi Gudang ATK Berbasis Web untuk Sekretariat BPIW Kementerian PU

Pengembangan sistem ini dilatarbelakangi oleh kendala pencatatan manual, seperti risiko duplikasi data, kesulitan memantau ketersediaan stok secara real-time, serta proses penyusunan laporan yang membutuhkan waktu lebih lama. Sistem berbasis web ini dirancang sebagai solusi untuk membantu pengelolaan persediaan agar lebih terstruktur dan mudah dipantau.

Aplikasi tersebut dilengkapi fitur pengelolaan data barang, pengajuan dan persetujuan (approval) permintaan ATK, notifikasi ketersediaan stok, serta rekapitulasi laporan yang dapat diunduh secara otomatis. Antarmuka yang mudah digunakan juga diharapkan membantu pegawai dalam mengajukan kebutuhan ATK dan memudahkan pengelola gudang memantau barang masuk maupun keluar.

Trio Apnas Rohman menjelaskan bahwa sistem ini dikembangkan untuk membantu mengatasi kendala dalam pencatatan dan pemantauan persediaan barang.

“Melalui sistem informasi gudang ATK berbasis web ini, saya berharap proses permintaan barang, pemantauan stok, dan penyusunan laporan dapat dilakukan dengan lebih mudah dan terstruktur. Dengan pencatatan digital, pengelolaan persediaan diharapkan menjadi lebih efisien dan meminimalkan risiko selisih data,” ujar Trio dalam keterangan rilis yang diterima di Jakarta Rabu (12/8).

Baca Juga : Belajar Tak Hanya di Kelas! Mahasiswa UBSI Buktikan Keahlian Sistem Informasi di Kementerian PUPR

Penerapan sistem ini diharapkan dapat membantu meningkatkan efisiensi pelayanan internal, mempermudah penelusuran data persediaan, serta mendukung penyusunan laporan yang lebih tertata. Data yang terdokumentasi dengan baik juga dapat menjadi pendukung dalam pengawasan penggunaan ATK untuk kebutuhan operasional kantor.

Pengembangan sistem informasi ini menjadi salah satu bentuk pemanfaatan teknologi untuk mendukung transformasi digital di lingkungan instansi pemerintah. Ke depannya, sistem tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan sesuai kebutuhan pengguna agar pengelolaan persediaan ATK semakin efektif dan akuntabel. (Safika)

Leave A Reply

Your email address will not be published.