UBSI Latih Anggota PKK Ragajaya Bogor Pasarkan Produk Daur Ulang Sampah secara Digital

0 15

BSINews, Bogor — Produk daur ulang sampah rumah tangga berpotensi menjadi peluang usaha jika dipasarkan secara tepat. Untuk mendukung potensi tersebut, dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif mengadakan pelatihan digital marketing bagi anggota PKK RW 013 Desa Ragajaya, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (17/10), di Jalan Green Paradise IV, Ragajaya.

UBSI Latih Anggota PKK Ragajaya Bogor Pasarkan Produk Daur Ulang Sampah secara Digital

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan keterampilan peserta dalam memasarkan produk daur ulang sekaligus mendukung kemandirian ekonomi keluarga. Peserta mendapatkan materi pembuatan foto dan video produk, penulisan teks promosi, serta strategi membangun merek agar produk lebih menarik bagi calon konsumen.

Tim juga memberikan pendampingan mengenai pemanfaatan media sosial, seperti Instagram, TikTok, dan Facebook, serta pengenalan marketplace seperti Shopee dan Tokopedia untuk memperluas jangkauan pemasaran.

Salah satu Panitia PKK RW 013 Markus Lilik Martanto mengapresiasi kolaborasi bersama tim dosen UBSI yang dinilai dapat menambah wawasan anggota dalam mengembangkan usaha berbasis produk daur ulang.

“Kami sangat bersyukur atas kerja sama ini. Para ibu tidak hanya belajar membuat kerajinan dari sampah, tetapi juga memahami cara memasarkannya secara online sehingga berpeluang menambah penghasilan keluarga,” ungkapnya dalam keterangan rilis yang diterima di Bogor Sabtu (17/10).

Baca Juga : Mahasiswa UBSI Tanamkan Cinta Tanah Air Lewat Daur Ulang di Depok

Kegiatan ini melibatkan Aswar Hanif, Markus Lilik Martanto, dan Syamsul Bakhri sebagai tim dosen, dengan Yayan Hendrian sebagai tutor pelatihan yang memandu praktik pemasaran digital.

Melalui kegiatan ini, UBSI berharap anggota PKK RW 013 Desa Ragajaya dapat memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan pemasaran produk daur ulang, meningkatkan nilai ekonomi limbah rumah tangga, serta membangun usaha yang kreatif dan berkelanjutan. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pemberdayaan masyarakat. (Safika)

Leave A Reply

Your email address will not be published.