Dosen UBSI Latih Anggota Koperasi Yasmin Fatayat NU Tangerang Manfaatkan WhatsApp Business untuk Kembangkan Usaha
BSINews, Tangerang — Pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu cara bagi pelaku usaha mikro untuk memperluas pasar dan meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Untuk mendukung hal tersebut, dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif menggelar Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Pelatihan WhatsApp Business untuk Meningkatkan Kompetensi Digital dalam Mendukung Ekonomi dan Kemandirian Usaha” bersama Koperasi Yasmin Fatayat NU Kota Tangerang pada Sabtu (17/10).
Dosen UBSI Latih Anggota Koperasi Yasmin Fatayat NU Tangerang Manfaatkan WhatsApp Business untuk Kembangkan Usaha
Kegiatan ini diketuai Bakhtiar Rifai dengan anggota tim Hendri Mahmud Nawawi, Normah, dan Diah Ayu Ambarsari sebagai tutor utama. Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan digital anggota koperasi agar dapat memanfaatkan WhatsApp Business untuk mengelola komunikasi pelanggan, memasarkan produk, dan mengembangkan usaha secara lebih terorganisasi.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua PC Fatayat NU Kota Tangerang, Frida Amarilis; Sekretaris Camat Ciledug, Buchori; serta perwakilan UBSI, Asriyani Sagiyanto. Kolaborasi ini menjadi bentuk dukungan perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dan pemerintah setempat terhadap pemberdayaan ekonomi perempuan.
Pelatihan berlangsung selama 240 menit dalam delapan sesi terstruktur. Dengan pendampingan tim dosen, peserta mempraktikkan langsung penggunaan WhatsApp Business melalui ponsel masing-masing, mulai dari pengenalan fitur hingga penerapannya untuk mendukung kegiatan usaha.
Materi pertama mencakup pengenalan dan instalasi WhatsApp Business, termasuk pemahaman perbedaan akun bisnis dan akun reguler serta pentingnya memisahkan nomor usaha agar komunikasi dengan pelanggan lebih tertata.
Peserta kemudian belajar mengoptimalkan profil usaha dan menyusun katalog digital. Mereka berlatih melengkapi informasi usaha, seperti nama, kategori, deskripsi, alamat, dan jam operasional, serta menampilkan produk beserta foto dan harga agar pelanggan lebih mudah memperoleh informasi.
Pelatihan juga mencakup otomatisasi layanan pelanggan melalui fitur pesan sambutan, pesan di luar jam kerja, label pelanggan, dan balasan cepat. Fitur-fitur tersebut dapat membantu pelaku usaha memberikan pelayanan yang lebih efisien, terutama ketika harus membagi waktu antara mengelola usaha dan kegiatan lainnya.
Pada sesi promosi, peserta mempelajari cara menyusun pesan pemasaran melalui fitur Status dengan formula sederhana yang memuat informasi produk, alasan produk layak dipilih, dan cara pemesanan. Mereka juga mendapatkan edukasi mengenai keamanan akun, termasuk aktivasi verifikasi dua langkah serta kewaspadaan terhadap penipuan berkedok kode OTP, tautan berbahaya, dan bukti transfer palsu.
Perwakilan UBSI, Asriyani Sagiyanto, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan keterampilan.
“Melalui pendampingan langsung yang aplikatif ini, kami berharap literasi digital ibu-ibu anggota Koperasi Yasmin semakin meningkat, sehingga teknologi tidak lagi menjadi hambatan, melainkan motor penggerak kemandirian usaha,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima Selasa (20/10).
Baca Juga : Digital Empowerment Koperasi Wanita Atsiri, Dosen UBSI Dorong Kemandirian Ekonomi Perempuan
Untuk memastikan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan, tim PkM UBSI menetapkan tindak lanjut selama dua minggu setelah pelatihan. Peserta didorong mengunggah setidaknya satu status promosi setiap hari serta mencatat perkembangan pesanan yang masuk melalui WhatsApp Business.
Catatan tersebut akan menjadi bahan evaluasi pada pertemuan rutin koperasi berikutnya. Langkah ini diharapkan membantu peserta membangun kebiasaan promosi digital secara konsisten sekaligus memantau respons pelanggan terhadap produk yang ditawarkan.
Melalui kegiatan ini, UBSI berharap anggota Koperasi Yasmin Fatayat NU Kota Tangerang semakin terampil memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan usaha. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan organisasi masyarakat diharapkan dapat memperkuat kapasitas pelaku usaha perempuan agar lebih adaptif, berdaya saing, dan mandiri secara ekonomi di era digital. (Safika)