Tingkatkan Kompetensi Publik, Tenaga Kependidikan UBSI Fitria Rossa Dipercaya Jadi Narasumber di P4 Jakarta Barat

0 20

BSINews, Jakarta — Fitria Rossa, tenaga kependidikan (tendik) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) yang tergabung dalam Divisi Digima, menjadi narasumber dalam kegiatan pelatihan di Pusat Pelatihan dan Pengembangan Pendidikan (P4) Kota Administrasi Jakarta Barat.

Dalam kegiatan tersebut, ia mengisi kelas Bidang Keahlian Teknologi Informasi – Bisnis Daring dan Pemasaran dengan materi Managing Communication within Virtual Inter-Teams, yang membahas pengelolaan pertemuan virtual menggunakan Zoom Meeting dan Google Meet.

Baca juga: P4 Jakarta Barat Resmikan Pembukaan Pelatihan bagi Pendidik, Tenaga Kependidikan dan Peserta Didik SMK Jakarta Barat

Materi tersebut berkaitan dengan pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung komunikasi dan koordinasi dalam lingkungan pendidikan maupun dunia kerja.

Melalui pembahasan pengelolaan rapat virtual, peserta diperkenalkan pada pentingnya penggunaan platform digital secara efektif untuk menunjang interaksi dan kolaborasi antartim.

Keterlibatan Fitria Rossa dalam kegiatan ini juga menjadi bagian dari berbagi pengetahuan mengenai pemanfaatan teknologi komunikasi.

Pengalaman dan pemahaman di bidang tersebut relevan dengan kebutuhan berbagai sektor yang semakin mengandalkan teknologi untuk mendukung kegiatan operasional dan penyampaian informasi.

Materi Managing Communication within Virtual Inter-Teams berfokus pada pengelolaan komunikasi di antara tim yang berkoordinasi melalui media virtual.

Komunikasi semacam ini membutuhkan persiapan yang baik, penyampaian informasi yang jelas, serta pengaturan diskusi agar setiap peserta dapat mengikuti pembahasan dengan terarah.

Dalam kegiatan tersebut, pengelolaan Zoom Meeting dan Google Meet menjadi pokok bahasan utama.

Kedua platform tersebut dapat dimanfaatkan untuk menyelenggarakan rapat, presentasi, diskusi kelompok, hingga koordinasi pekerjaan tanpa mengharuskan seluruh peserta berada di lokasi yang sama.

Pengelolaan pertemuan virtual tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengoperasikan aplikasi.

Penyelenggara juga perlu memahami cara menyiapkan agenda, mengatur partisipasi peserta, menyampaikan informasi secara sistematis, dan memastikan pembahasan berjalan sesuai dengan tujuan pertemuan.

Aspek teknis juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan sebelum rapat dimulai.

Kesiapan perangkat, koneksi internet, tautan pertemuan, serta akses peserta dapat membantu mengurangi kendala selama kegiatan berlangsung.

Selain itu, komunikasi yang efektif memerlukan kemampuan untuk menjaga alur diskusi.

Peserta perlu memperoleh kesempatan untuk menyampaikan pendapat, mengajukan pertanyaan, dan memberikan tanggapan sesuai dengan topik yang dibahas.

Zoom Meeting dan Google Meet merupakan platform konferensi video yang banyak digunakan untuk mendukung komunikasi jarak jauh.

Keduanya menyediakan fitur yang dapat membantu pengguna menyampaikan materi, berbagi dokumen melalui layar, dan berinteraksi dengan peserta selama pertemuan berlangsung.

Dalam pengelolaan rapat, fitur berbagi layar dapat digunakan untuk menampilkan presentasi atau dokumen pendukung.

Fitur percakapan tertulis juga dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan pertanyaan maupun informasi tambahan ketika diperlukan.

Penggunaan fitur tersebut perlu disesuaikan dengan kebutuhan pertemuan.

Rapat koordinasi, misalnya, membutuhkan pengaturan diskusi yang memungkinkan setiap anggota menyampaikan perkembangan pekerjaan, sedangkan kegiatan presentasi memerlukan penyampaian materi yang terstruktur dan mudah dipahami.

Di sisi lain, penyelenggara perlu memperhatikan etika komunikasi selama pertemuan virtual.

Peserta diharapkan mengikuti agenda, menjaga kesopanan ketika berbicara, dan menggunakan fitur aplikasi sesuai kebutuhan agar diskusi tetap berjalan dengan baik.

Melalui pengelolaan yang tepat, pertemuan virtual dapat membantu tim bertukar informasi dan menyelaraskan pekerjaan meskipun berada di lokasi berbeda.

Karena itu, keterampilan menggunakan aplikasi perlu diimbangi dengan kemampuan berkomunikasi, mengelola waktu, dan membangun kerja sama.

Materi yang disampaikan kepada kelas Bidang Keahlian Teknologi Informasi – Bisnis Daring dan Pemasaran memiliki keterkaitan dengan kebutuhan komunikasi di era digital.

Perkembangan teknologi mendorong berbagai aktivitas pendidikan dan bisnis memanfaatkan platform daring untuk berkoordinasi, menyampaikan informasi, serta membangun kolaborasi.

Dalam bidang pemasaran digital, komunikasi virtual dapat digunakan untuk membahas strategi promosi, mempresentasikan rencana pemasaran, dan berkoordinasi dengan rekan kerja maupun mitra.

Kemampuan mengelola pertemuan daring menjadi salah satu keterampilan pendukung dalam menjalankan aktivitas tersebut.

Sementara itu, dalam bidang teknologi informasi, komunikasi antartim diperlukan untuk membahas perkembangan proyek, menyelesaikan kendala, dan menyepakati langkah kerja.

Pertemuan virtual dapat menjadi sarana untuk memastikan informasi tersampaikan kepada pihak-pihak yang terlibat.

Keterampilan komunikasi digital juga mencakup kemampuan menyampaikan gagasan secara jelas, mendengarkan pendapat orang lain, dan memberikan tanggapan secara profesional.

Kemampuan tersebut dibutuhkan agar penggunaan teknologi tidak hanya mempermudah pertemuan, tetapi juga membantu mencapai tujuan komunikasi.

Bagi peserta pelatihan, pemahaman mengenai pengelolaan Zoom Meeting dan Google Meet dapat menjadi bekal untuk menghadapi kebutuhan komunikasi di lingkungan pendidikan maupun profesional.

Pengetahuan tersebut dapat diterapkan ketika mengikuti diskusi daring, melakukan presentasi, atau berkoordinasi dalam kelompok.

Sebagai tenaga kependidikan UBSI yang tergabung dalam Divisi Digima, Fitria Rossa terlibat dalam kegiatan berbagi pengetahuan melalui materi komunikasi virtual.

Partisipasinya dalam pelatihan di P4 Kota Administrasi Jakarta Barat mempertemukan pembahasan teknologi komunikasi dengan kebutuhan pengembangan kompetensi peserta.

Kegiatan berbagi pengetahuan seperti ini dapat membuka kesempatan bagi peserta untuk mengenal penerapan teknologi dalam aktivitas sehari-hari.

Pemahaman tersebut menjadi relevan ketika proses pembelajaran dan pekerjaan semakin banyak melibatkan komunikasi melalui platform digital.

Baca juga: BSI Menjadi Tuan Rumah Apresiasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Pengelolaan pertemuan virtual juga menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi perlu disertai keterampilan komunikasi yang memadai.

Aplikasi dapat menyediakan berbagai fasilitas, tetapi efektivitas pertemuan tetap bergantung pada persiapan, keterlibatan peserta, dan kejelasan tujuan yang ingin dicapai.

Ke depan, penguasaan komunikasi virtual dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari kompetensi digital.

Melalui pemahaman yang baik mengenai penggunaan teknologi dan pengelolaan komunikasi, peserta diharapkan mampu membangun kolaborasi yang lebih terarah serta memanfaatkan platform digital secara efektif dalam kegiatan pendidikan maupun dunia kerja.

Leave A Reply

Your email address will not be published.