UBSI Kampus Kramat 98 Hadiri Upacara Sumpah Pemuda di Museum Sumpah Pemuda
BSINews, Jakarta – Persatuan tidak cukup hanya dikenang sebagai bagian dari sejarah. Bagi generasi muda, semangat Sumpah Pemuda perlu diwujudkan melalui sikap saling menghargai, kepedulian terhadap sesama, dan keberanian berkontribusi bagi masyarakat.
Semangat tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98 yang diikuti Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Kramat 98 di Museum Sumpah Pemuda, Jalan Kramat Raya Nomor 106, Senen, Jakarta Pusat, Rabu (28/10).
Baca juga: Kobarkan Semangat Sumpah Pemuda: Mahasiswa Garda Depan di Era Digital
Upacara yang berlangsung pukul 07.00-08.00 WIB itu mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”. Kegiatan diikuti berbagai kalangan, mulai dari pegawai pemerintahan, pelajar, guru, hingga masyarakat umum yang hadir untuk mengenang perjuangan pemuda dalam membangun persatuan bangsa.
UBSI Kampus Kramat 98 menghadiri kegiatan tersebut atas undangan panitia. Kehadiran kampus diwakili Kepala Kampus UBSI Kampus Kramat 98, Ricki Satra, bersama empat mahasiswa UBSI. Partisipasi ini menjadi bentuk dukungan kampus terhadap penguatan nilai kebangsaan dan karakter generasi muda.
Menghidupkan Kembali Semangat Persatuan
Museum Sumpah Pemuda menjadi lokasi yang memiliki makna historis bagi perjalanan bangsa Indonesia. Pada 28 Oktober 1928, para pemuda dari berbagai latar belakang daerah menyatukan tekad melalui ikrar bertanah air satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Hampir satu abad setelah peristiwa tersebut, nilai persatuan tetap relevan di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi. Generasi muda kini memiliki ruang yang semakin luas untuk belajar, berkarya, dan berinteraksi, tetapi juga menghadapi tantangan dalam menjaga toleransi, menghargai perbedaan, serta membangun kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Dalam konteks tersebut, peringatan Sumpah Pemuda menjadi kesempatan untuk merefleksikan kembali makna nasionalisme. Cinta tanah air tidak hanya ditunjukkan melalui simbol atau seremoni, tetapi juga melalui tindakan nyata, seperti menjaga persatuan, mengembangkan kemampuan diri, dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.
UBSI Ajak Mahasiswa Wujudkan Nilai Sumpah Pemuda
Ricki menyampaikan bahwa peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum penting bagi generasi muda untuk memperkuat rasa cinta tanah air dan menerapkan nilai perjuangan dalam kehidupan sehari-hari.
“Semangat Sumpah Pemuda harus terus kita jaga melalui sikap patriotik, kegigihan dalam meraih cita-cita, serta empati terhadap sesama. Generasi muda tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga perlu mempunyai karakter yang kuat, kepedulian sosial, dan semangat untuk memberikan kontribusi positif bagi Indonesia,” ujar Ricki, Rabu (28/10).
Ia berharap mahasiswa UBSI dapat menjadikan momentum tersebut sebagai motivasi untuk terus mengembangkan potensi diri, meningkatkan kreativitas, serta menghasilkan karya dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, semangat persatuan perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, baik di lingkungan kampus maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Kemampuan akademik dan penguasaan teknologi akan semakin bermakna ketika diiringi karakter yang kuat, rasa tanggung jawab, serta kepedulian terhadap kebutuhan orang lain.
Baca juga: Maknai Sumpah Pemuda di Era Digital, UBSI Ajak Generasi Muda Berjuang Lewat Inovasi dan Teknologi
Melalui keikutsertaan dalam upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif berharap nilai patriotisme, kegigihan, dan empati dapat terus tumbuh di kalangan mahasiswa. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal bagi generasi muda untuk menghadapi tantangan masa depan sekaligus mengambil peran dalam pembangunan bangsa.
Partisipasi ini juga menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam membentuk generasi yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan teknologi, tetapi juga berintegritas, mampu menghargai perbedaan, dan memiliki kepedulian terhadap bangsa serta sesama.