BSINews – Perkembangan Artificial Intelligence (AI) kerap memunculkan dua respons ekstrem di tengah masyarakat, mulai dari optimisme berlebihan hingga kecemasan yang tidak beralasan. Menjawab dinamika tersebut, peran kampus dinilai semakin strategis dalam membentuk talenta digital yang adaptif, kritis, dan beretika, sebagaimana tercermin dalam kegiatan Beyond AI Outlook 2026 yang diselenggarakan Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Kaliabang bersama mahasiswa berprestasi, di Aula UBSI kampus Kaliabang pada Kamis (18/12).
Beyond AI Outlook 2026 Dorong Mahasiswa Adaptif Hadapi Perubahan Teknologi
Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka bagi mahasiswa lintas kampus untuk membahas masa depan AI dan kesiapan generasi muda dalam menghadapinya. Beyond AI Outlook 2026 tidak hanya membicarakan teknologi sebagai alat, tetapi juga menempatkan manusia sebagai pusat perubahan yang dituntut untuk terus beradaptasi dan berpikir strategis.
Selain itu, forum ini mencerminkan bagaimana perguruan tinggi mulai mengambil peran aktif dalam membimbing mahasiswa memahami perubahan zaman. Di tengah laju inovasi digital yang semakin cepat, mahasiswa membutuhkan ruang untuk bertanya, bereksperimen, serta mengembangkan ide tanpa takut tertinggal.
Baca juga: UBSI Kampus Kaliabang Gandeng SMAN 2 Babelan, Guru Dibekali AI untuk Pembelajaran Lebih Inovatif
Muhamad Tabrani selaku Kepala Kampus UBSI kampus Kaliabang, menjelaskan bahwa AI harus diposisikan sebagai alat untuk memperkuat potensi manusia, bukan menggantikan perannya. Ia menekankan pentingnya kesiapan mental dan karakter di samping penguasaan teknologi.
“AI tidak akan menggantikan manusia yang mau belajar dan beradaptasi. Yang akan tertinggal adalah mereka yang menutup diri dari perubahan. Kampus harus menjadi ruang aman bagi mahasiswa untuk belajar teknologi sekaligus membangun karakter dan daya pikir kritis,” ucapnya dalam keterangan rilis, Minggu (21/12).
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa transformasi digital di dunia pendidikan tidak semata-mata berbicara tentang teknologi, tetapi juga menyangkut nilai, etika, serta kesiapan generasi muda dalam menghadapi tantangan masa depan.
Dari sudut pandang peserta, kegiatan ini memberikan perspektif baru tentang peran AI dalam kehidupan profesional. Gavin Isham selaku mahasiswa UBSI kampus Kaliabang, menilai forum seperti Beyond AI Outlook 2026 membantu mahasiswa memahami arah perubahan dunia kerja secara lebih konkret.
“AI membuat saya sadar bahwa dunia kerja ke depan akan sangat berbeda. Dengan pemahaman sejak sekarang, saya merasa lebih siap dan termotivasi untuk mengembangkan skill yang relevan,” ujarnya.
Sementara itu, Marenta, mahasiswa Universitas Bhayangkara yang turut hadir sebagai peserta, memandang kegiatan lintas kampus ini sebagai ruang belajar yang inklusif. Ia menilai diskusi bersama mahasiswa dari berbagai latar belakang membuka perspektif baru terkait tantangan masa depan yang harus dihadapi bersama.
Baca juga: Hadapi Revolusi Digital, UBSI Kampus Kaliabang Gandeng Gen Z Kuasai Artificial Intelligence
Opini bahwa AI akan menggeser peran manusia sering kali menutup peluang besar yang justru bisa dimanfaatkan. Teknologi akan terus berkembang, namun manusia yang mampu beradaptasi akan tetap relevan. AI memberi efisiensi, memperluas akses pengetahuan, dan membuka ruang inovasi jika digunakan secara tepat dan bertanggung jawab.
Di sinilah peran kampus menjadi semakin penting, tidak hanya membekali mahasiswa dengan keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, dan berorientasi solusi. Kolaborasi antara kampus dan mahasiswa berprestasi dalam Beyond AI Outlook 2026 menunjukkan bahwa masa depan tidak harus ditunggu, tetapi dapat dipersiapkan sejak sekarang.
UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif, terus berkomitmen menghadirkan ekosistem pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi global, dengan tujuan mencetak talenta digital yang tidak hanya siap bersaing, tetapi juga siap memimpin perubahan.(Dina Olivia)