AI Masuk Industri Kreatif, Peserta Seminar UBSI Soroti Masa Depan Generasi Muda di Era Digital
BSINews, Bekasi-Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang semakin masif di industri kreatif dan media menjadi perhatian peserta Seminar BSI Digination 2026 yang digelar Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) di Hall C BSI Convention Center, Sabtu (23/5/2026). Dalam seminar tersebut, sejumlah peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait dampak AI terhadap masa depan generasi muda kepada Narasumber 2, Verry Riyanto, selaku Head of IT UBSI.
Baca juga: Seminar BSI Digination 2026 Bahas AI dan Public Speaking untuk Gen Z
Salah satu peserta, Eifhan Baihaki Sulaeman dari SMAN 1 Tambun Utara, mempertanyakan solusi agar generasi muda yang memiliki karier, bakat, dan hobi di bidang industri kreatif dan media tidak tergantikan oleh AI.
“AI sudah memasuki industri kreatif dan media di berbagai instansi. Lalu, bagaimana solusi agar generasi muda yang memiliki karier, bakat, dan hobi di bidang tersebut tidak tergantikan oleh AI?” tanya Eifhan saat sesi diskusi berlangsung.
Menjawab pertanyaan tersebut, Verry Riyanto menjelaskan bahwa AI bukanlah ancaman utama jika generasi muda mampu meningkatkan kemampuan yang tidak dimiliki teknologi, seperti kreativitas, empati, komunikasi, dan kemampuan berpikir kritis.
“AI memang dapat membantu pekerjaan menjadi lebih cepat dan efisien. Namun, kreativitas manusia, ide orisinal, empati, serta kemampuan membangun hubungan emosional tetap menjadi keunggulan yang tidak bisa digantikan oleh AI,” ujar Verry Riyanto.
Ia juga menambahkan bahwa generasi muda harus mulai belajar beradaptasi dengan teknologi dan memanfaatkan AI sebagai alat pendukung produktivitas.
“Jangan takut dengan AI. Justru kita harus mampu memanfaatkan AI untuk meningkatkan kualitas karya dan kemampuan diri. Kalau memiliki karakter, kreativitas, dan kemampuan komunikasi yang baik, manusia akan tetap memiliki peran penting,” katanya.
Selain itu, peserta lain, Budi Mulyana dari SMK PK Tridaya, turut menanyakan mengenai kedudukan AI dalam program teman curhat atau layanan berbasis komunikasi personal yang kini mulai banyak menggunakan teknologi AI.
Menanggapi hal tersebut, Verry Riyanto menilai AI memang dapat membantu memberikan respons cepat dan menjadi media pendamping awal bagi pengguna. Namun, menurutnya, peran manusia tetap tidak bisa sepenuhnya digantikan, terutama dalam aspek emosional dan empati.
Baca juga: Seminar BSI Digination 2026 Bahas AI dan Public Speaking untuk Gen Z
“AI bisa menjadi tools atau media pendukung dalam program teman curhat, tetapi sentuhan manusia tetap penting. Empati, kepedulian, dan pemahaman emosional yang dimiliki manusia tidak dapat sepenuhnya digantikan teknologi,” tutupnya.