AMI FTI UBSI Perkuat Mutu Dosen, Sarana Prasarana, Pengelolaan, dan Pembiayaan Pembelajaran
BSINews, Jakarta — Penguatan kualitas sumber daya manusia, sarana pembelajaran, tata kelola, hingga pembiayaan menjadi fokus dalam pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI) Fakultas Teknik dan Informatika (FTI) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (21/8) ini menjadi bagian dari upaya menjaga sekaligus meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan secara berkelanjutan.
AMI FTI UBSI Perkuat Mutu Dosen, Sarana Prasarana, Pengelolaan, dan Pembiayaan Pembelajaran
Pelaksanaan AMI menghadirkan Rachmat Adi Purnama selaku Dekan Fakultas Teknik dan Informatika sebagai auditee, dengan Ita Suryani sebagai auditor. Audit ini merupakan bagian dari penerapan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) UBSI untuk memastikan pengelolaan fakultas dan pelaksanaan kegiatan akademik berjalan sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan.
Empat standar utama menjadi fokus pemeriksaan, yaitu Standar Dosen dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana Pembelajaran, Standar Pengelolaan Pembelajaran, serta Standar Pembiayaan Pembelajaran.
Pada Standar Dosen dan Tenaga Kependidikan, proses audit diarahkan untuk melihat ketersediaan sumber daya manusia, kualifikasi, kompetensi, pengembangan profesional, serta pemenuhan kebutuhan dosen dan tenaga kependidikan dalam mendukung proses pembelajaran.
Sementara itu, audit Standar Sarana dan Prasarana Pembelajaran dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan kelayakan berbagai fasilitas yang menunjang kegiatan akademik. Pemeriksaan mencakup ruang belajar, laboratorium, perangkat teknologi, serta berbagai sarana pendukung yang digunakan dalam proses pembelajaran mahasiswa dan dosen.
Aspek pengelolaan pembelajaran juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan audit. Proses pemeriksaan dilakukan terhadap perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi pembelajaran untuk memastikan seluruh tahapan berjalan secara efektif, terarah, dan sesuai dengan standar yang berlaku.
Selain itu, audit terhadap Standar Pembiayaan Pembelajaran dilakukan untuk melihat bagaimana pengelolaan dan pemanfaatan pembiayaan dapat mendukung pelaksanaan program serta pencapaian sasaran mutu Fakultas Teknik dan Informatika secara efektif, efisien, dan akuntabel.
Dalam pelaksanaannya, auditor melakukan pemeriksaan dokumen dan bukti objektif, klarifikasi kepada auditee, serta diskusi mengenai ketercapaian indikator pada masing-masing standar. Proses tersebut menjadi bagian penting dalam memperoleh gambaran mengenai kesesuaian antara standar yang telah ditetapkan dengan implementasinya di lingkungan fakultas.
Dekan Fakultas Teknik dan Informatika, Rachmat Adi Purnama, menyampaikan bahwa pelaksanaan AMI menjadi momentum untuk melakukan evaluasi terhadap berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan di lingkungan FTI.
“Audit ini menjadi kesempatan bagi kami untuk melihat kembali pelaksanaan standar yang telah berjalan, mempertahankan capaian yang sudah baik, sekaligus mengidentifikasi aspek yang masih memerlukan penguatan. Hasil audit nantinya akan menjadi bahan evaluasi dalam menyusun langkah perbaikan secara berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima di Jakarta Jum’at (21/8).
Baca Juga : Audit Laporan Kinerja Dekan FTI UBSI Berbasis Renstra Perkuat Tata Kelola dan Capaian Strategis
Sementara itu, auditor Ita Suryani melakukan proses evaluasi terhadap pemenuhan standar berdasarkan dokumen dan bukti pendukung yang tersedia. Hasil pemeriksaan diharapkan dapat menghasilkan masukan dan rekomendasi yang konstruktif bagi penguatan penyelenggaraan pendidikan di Fakultas Teknik dan Informatika.
Rekomendasi yang dihasilkan dari proses audit selanjutnya dapat menjadi dasar penyusunan rencana tindak lanjut yang terukur. Dengan demikian, hasil AMI tidak berhenti pada proses pemeriksaan, tetapi menjadi bagian dari upaya perbaikan dan peningkatan mutu secara berkelanjutan.
Melalui pelaksanaan AMI ini, Fakultas Teknik dan Informatika terus memperkuat budaya mutu, akuntabilitas, serta continuous improvement dalam penyelenggaraan pendidikan. Evaluasi terhadap kualitas dosen dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan pembelajaran, serta pembiayaan diharapkan mampu mendukung pencapaian sasaran strategis fakultas.
Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI terus mendorong setiap unit akademik untuk menjalankan evaluasi dan peningkatan mutu secara konsisten. Hasil audit diharapkan menjadi pijakan bagi FTI dalam memperkuat tata kelola dan menghadirkan penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas serta relevan dengan kebutuhan perkembangan teknologi dan dunia kerja. (Safika)