Bangun Budaya Riset, UBSI Adakan Sosialisasi Mekanisme Research Bootcamp

0 63

BSINews, Jakarta – Dalam upaya memperkuat budaya riset di lingkungan perguruan tinggi, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Mekanisme Research Bootcamp pada Rabu (30/7). Kegiatan ini diinisiasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UBSI dan dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting Cloud. Sosialisasi terbagi dalam dua sesi, yaitu sesi pagi dan sesi sore, yang diikuti oleh para dosen dari berbagai program studi di lingkungan UBSI.

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman komprehensif mengenai skema dan tahapan pelaksanaan Research Bootcamp, serta mendorong dosen agar lebih aktif, produktif, dan kompetitif dalam menyusun proposal penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat yang berkualitas. Dalam sambutannya, Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. Dia Puspitasari, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan akademik yang berkelanjutan. Ia menekankan bahwa Research Bootcamp adalah langkah strategis dalam membentuk peneliti yang tangguh dan inovatif, serta mampu bersaing dalam skema hibah nasional maupun internasional. “UBSI berkomitmen untuk terus menciptakan ruang belajar dan berbagi agar dosen kita semakin percaya diri dalam menghasilkan karya ilmiah yang berdampak luas,” ujar Dr. Dia.

Baca juga: Dosen Prodi Sistem Informasi Akuntansi UBSI Kampus Pontianak Jadi Narasumber IT Bootcamp Prodi Informatika
Pada sesi pagi, sosialisasi menghadirkan Titik Misriati yang membahas secara mendalam mekanisme pelaksanaan Research Bootcamp serta tahapan-tahapan penting dalam penyusunan proposal penelitian. Ia juga membagikan pengalamannya dalam membina dosen-dosen muda agar siap bersaing dalam skema hibah riset. Sementara itu, sesi sore diisi oleh Haryani yang mengulas secara menyeluruh tentang penyusunan proposal pengabdian kepada masyarakat. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya pemetaan masalah nyata di tengah masyarakat sebagai dasar penyusunan proposal yang kuat dan berdampak langsung.

Menariknya, kegiatan ini juga menyajikan sesi Best Practices yang sangat inspiratif. Dua pemateri yang merupakan penerima hibah Kemendikbudristek bidang sains dan teknologi dihadirkan untuk berbagi pengalaman. Dr. Irwan Raharja membagikan pengalamannya dalam menyusun serta memenangkan hibah penelitian nasional, termasuk tips mempertahankan konsistensi dalam publikasi ilmiah. Sementara itu, Dra. Yani Srimulyani memaparkan proses penyusunan proposal pengabdian yang sukses meraih pendanaan hibah nasional, serta menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam kegiatan pengabdian. “Riset bukan sekadar memenuhi kewajiban Tri Dharma, tetapi menjadi wujud kontribusi nyata terhadap ilmu pengetahuan dan masyarakat. Proposal yang kuat lahir dari gagasan yang relevan, terukur, dan berbasis kebutuhan,” ungkap Dr. Irwan. “Kunci utama dalam pengabdian adalah keberpihakan kepada masyarakat. Proposal yang baik harus mampu menjawab masalah nyata dengan pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan,” jelas Dra. Yani.

Baca juga: 2 Hari Full Coding! Ini Serunya IT Bootcamp UBSI Kampus Sukabumi di Sentul 

Kedua sesi berlangsung interaktif dan disambut antusias oleh para dosen UBSI yang aktif berdiskusi dan menggali informasi seputar tips praktis serta tantangan dalam pengajuan hibah. Melalui kegiatan ini, UBSI menegaskan komitmennya dalam membina dan memfasilitasi para dosen guna memperkuat kompetensi riset dan pengabdian. Research Bootcamp diharapkan menjadi wadah pembinaan terpadu, mulai dari pemetaan ide hingga penyusunan proposal yang layak untuk didanai dan memiliki dampak nyata bagi masyarakat.(Niken)

Leave A Reply

Your email address will not be published.