Belajar Jadi Pengguna AI yang Bijak Seminar Smart Machines, Wise Humans Tarik Antusiasme Peserta
BSINews, Sukabumi — Perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang begitu cepat mendorong pentingnya pemahaman etika dalam penggunaannya. Hal inilah yang menjadi fokus utama dalam sebuah seminar bertema “Smart Machines, Wise Humans: Menjaga Moralitas di Era Kecerdasan Buatan” yang digelar di Aula kampus Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Sukabumi, sebagai Kampus Digital Kreatif pada Jumat (05/11). Acara ini menghadirkan diskusi hangat dan penuh wawasan tentang bagaimana manusia seharusnya bersikap di tengah kemajuan teknologi modern.
Teknologi Berlari Cepat, Etika Menjadi Kompas Seminar AI Hadirkan Banyak Wawasan Baru
Antusiasme peserta terlihat sejak awal acara saat seminar resmi dimulai. Acara ini diselenggarakan oleh Fakultas Teknik dan Informatika UBSI kampus Sukabumi, seminar ini memberikan perspektif baru mengenai hubungan antara teknologi cerdas dan nilai kemanusiaan.
Sesi pertama dibawakan oleh Dr. Karlisa Priadana yang mengulas berbagai tantangan moral dalam pengembangan AI. Penjelasannya yang runtut dan disertai contoh nyata membuat peserta memahami bahwa AI bukan hanya tentang algoritma, tetapi juga tentang nilai yang harus dijunjung manusia sebagai pengendali teknologi.
Salah satu peserta, Aulia Akhira, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru.
“Penyampaian materinya sangat jelas dan relevan. Seminar ini membuat saya lebih siap menggunakan AI secara bijak dan beretika,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Minggu (7/12).
Materi berikutnya disampaikan oleh Rizal Amegia Saputra, yang menekankan pentingnya peran manusia dalam pengambilan keputusan berbasis AI, terutama di dunia kerja. Ia menegaskan bahwa literasi digital dan literasi etis menjadi bekal utama generasi muda untuk menghadapi tantangan teknologi masa depan.
Baca juga : Melek Etika di Era AI Generasi Muda Belajar Bijak Menggunakan Teknologi
Diskusi semakin hidup saat moderator, Lis Saumi Ramdhani, membuka sesi tanya jawab. Peserta antusias mengangkat isu seperti keamanan data, bias dalam sistem AI, hingga batas moral yang harus disepakati ketika teknologi semakin terlibat dalam kehidupan sehari-hari. Suasana yang hangat membuat peserta nyaman berbagi dan berdiskusi secara kritis.
Seminar ini dinilai berhasil menyatukan pemahaman teknis dengan refleksi etis. Bagi banyak peserta, kegiatan ini bukan hanya menambah pengetahuan tentang AI, tetapi juga mengingatkan pentingnya kebijaksanaan manusia sebagai fondasi utama dalam setiap perkembangan teknologi.
Acara ditutup dengan kesimpulan bahwa meski teknologi bergerak cepat, manusia tetap memegang kendali. Dengan etika dan moralitas yang kuat, pemanfaatan AI dapat membawa manfaat bagi masyarakat secara luas. (Aurora)