BSINews, Pontianak – Sebanyak lima delegasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Pontianak mengikuti pelatihan jurnalistik intensif yang diselenggarakan Perum LKBN ANTARA di Universitas Tanjungpura (UNTAN), Pontianak pada Selasa (14/4).
Kegiatan bertajuk “Penulisan Berita Standar Kantor Berita” ini bertujuan membekali mahasiswa dengan keterampilan dasar jurnalistik, termasuk akurasi fakta dan etika pelaporan. Pelatihan ini merupakan bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ANTARA yang diikuti oleh 41 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kalimantan Barat.
Komitmen ANTARA Cetak Jurnalis Muda Berkualitas
Kepala Perum LKBN ANTARA Biro Kalimantan Barat, Helti Marini Sipayung, menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen ANTARA dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di kalangan mahasiswa.
“Kami ingin memberikan pemahaman dasar jurnalistik yang benar kepada mahasiswa sejak dini agar mereka mampu menghasilkan informasi yang akurat dan bertanggung jawab, sekaligus mencetak jurnalis muda yang cerdas dan patuh terhadap kode etik,” ujarnya.
Kelima delegasi UBSI yang terlibat adalah Tiara Sari, Siti Hafizah, Safika Rahma, Dina Olivia, dan Indari Krisnayanti. Mereka hadir sebagai representasi UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif, dengan fokus pada pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran dan pengembangan diri mahasiswa.
Dalam sesi materi, narasumber dari redaksi pusat ANTARA, Alviansyah Pasaribu, menekankan pentingnya penerapan unsur 5W+1H (Who, What, When, Where, Why, How) serta akurasi fakta dalam setiap karya jurnalistik.
“Setiap berita harus berbasis fakta dan memenuhi unsur 5W+1H. Jurnalis tidak boleh mengarang, tetapi wajib melakukan verifikasi langsung di lapangan agar informasi yang disampaikan tetap akurat dan dapat dipercaya,” tegasnya.
Baca juga: Dua Mahasiswa UBSI Kampus Pontianak Wakili Indonesia di Kejuaraan Muaythai Piala TYT 2026
Mahasiswa Dibekali Produksi Konten Digital
Selain teori penulisan berita, peserta juga dibekali teknik “Belanja Masalah” atau riset mendalam sebelum peliputan, serta keterampilan produksi konten digital dan video jurnalistik. Materi ini bertujuan agar informasi yang disampaikan lebih komprehensif dan mampu menjangkau khalayak luas di era digital.
Helti menambahkan, regenerasi jurnalis muda menjadi fokus utama dalam kegiatan ini. Ia berharap para peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh, baik dalam organisasi kemahasiswaan maupun dalam karier profesional ke depan.
Sementara itu, Dina Olivia, salah satu delegasi BEM UBSI, mengaku pelatihan tersebut memberikan wawasan baru bagi dirinya.
“Pelatihan ini membuka wawasan kami, terutama bahwa menulis berita adalah tanggung jawab terhadap fakta. Materi tentang konten digital dan etika jurnalistik sangat relevan untuk kami terapkan dalam pengelolaan informasi di organisasi agar lebih berkualitas,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mencetak generasi jurnalis muda yang tidak hanya terampil dalam menulis, tetapi juga memiliki integritas, etika, dan kemampuan adaptasi terhadap perkembangan media digital yang terus berkembang.(Tiara Sari)